Pembentukan Badan Amal Kasih Katolik Nasional

Vikjen KAJ, Romo Samuel Pangestu bersama Tim dan Direktur Urusan Agama Katolik Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama, Sihar Petrus Simbolon di Dirjen Bimas Katolik Kemenag, Jakarta, Rabu, 29/3. Dok. bimaskatolik.kemenag.go.id

RADIO SUARA WAJAR –  Vikaris Jenderal (Vikjen) KAJ, Romo Samuel Pangestu pada Rabu (29/3) mengadakan pertemuan dengan Direktur Urusan Agama Katolik Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama, Sihar Petrus Simbolon di Ruang Kerja Dirjen Bimas Katolik Kemenag, Jakarta.

Pertemuan itu membahas tentang pembentukan Badan Amal Kasih Katolik. Ini merupakan langkah Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) untuk merealisasikan Ajaran Sosial Gereja.

Romo Samuel  menegaskan bahwa gagasan pembentukan Badan Amal Kasih Katolik ini disetujui oleh Uskup Agung Jakarta.

Dalam pertemuan ini, Sihar Petrus Simbolon yang didampingi Kasubdit Penyuluhan, Basuki Sigit Taruno merasa senang karena gagasan pembentukan Badan Amal Kasih Katolik ini direspons umat. Menanggapi cakupan layanan badan amal yang akan dibentuk, Sihar mengusulkan penambahan kata “Nasional” seperti yang diharapkan beberapa pejabat Gereja kepadanya.

Sihar menilai, kehadiran Vikjen KAJ bersama timnya menjadi babak baru perkembangan gagasan pembentukan Badan Amal Kasih Katolik yang sudah sampai pada tahap persiapan draf Anggaran Dasar.

Sebagai arahan selanjutnya yakni pembentukan pengurus melalui SK dari Uskup apabila draf Anggaran Dasar pembentukan badan amal tersebut telah disahkan Uskup KAJ Mgr Ignatius Suharyo.

Lebih jauh Sihar menjelaskan bawha KAJ membuat surat permohonan kepada Direktur Jenderal Bimas Katolik. Selanjutya Direktur Jenderal Bimas Katolik menindaklanjuti ke Menteri Agama, dan terakhir pengajuan kepada Kementerian Keuangan, dalam hal ini unit kerja yang menangani pajak.

Badan Amal Kasih Katolik ini dibentuk dengan harapan adanya sebuah lembaga Katolik yang dapat mengelola sumbangan amal, derma, bantuan yang berasal dari umat Katolik baik orang perorangan maupun badan hukum. Setelah dana terkumpul, rencananya dana tersebut akan disalurkan kepada yang berkekurangan sebagai tanda nyata belas kasih dan kerahiman Allah sesuai dengan amanat Kitab Suci, Hukum Kanon dan ajaran iman Katolik. (bimaskatolik.kemenag.go.id)

 

141 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *