April 2017, Provinsi Lampung Akan Memasok Beras di TTI Wilayah Jabodetabek

Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri saat melaunching Toko Tani Indonesia (TTI), Rabu 11 Mei 2016 di Beringin Raya, Kemiling, Bandar Lampung.

Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri saat melaunching Toko Tani Indonesia (TTI), pada Rabu 11 Mei 2016 di Beringin Raya, Kemiling, Bandar Lampung.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Lampung dipercaya oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian untuk memasok beras di Toko Tani Indonesia (TTI) wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).

Selain Lampung, provinsi pemasok pangan lain yakni Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Selatan, dan NTB.

“Lampung sendiri dipercaya untuk memasok kebutuhan beras ke wilayah Tangerang” kata Kepada Dinas Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Lampung melalui Kepala Bidang Distribusi dan Harga Pangan Bahagiati di Bandar Lampung, Jumat 24 Maret 2017.

Menurut Bahagiati, sebanyak 35 Gapoktan di Lampung yang sudah ditunjuk, masing-masing akan mulai memasok 5 ton beras setiap bulannya.

“35 Gapoktan, berarti Lampung memasok Jabodetabek sebanyak 105 ton per bulan selama sepuluh bulan dimulai April 2017. Ini karena surplusnya beras di Lampung ini luar biasa, jadi salah satu provinsi yang diminta oleh Kementrian Pertanian adalah Lampung dari tujuh provinsi yang lainnya,” jelas Bahagiati.

Bahagiati mengatakan rencananya pada awal April 2017, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo akan meluncurkan TTI tanda dimulainya program memasok beras ke TTI di Jabodetabek.

“Provinsi Lampung mendapat bagian untuk memasok beras ke Tangerang. Isya Allah semuanya dapat terlaksana dengan baik dimulai louncing oleh Gubernur Lampung M Ridho Ficardo pada awal April 2017,” kata Beggy – begitu sapaan akrab Bahagiati – .

Dijelaskan Beggy, Jabodetabek merupakan wilayah non produsen pangan sehingga tingkat konsumsi di wilayah ini cukup tinggi, namun ketersediaan pangan cukup terbatas sehingga harga kerap tak terkendali.

“Fluktuasi pasokan dan harga komoditas pangan tidak hanya merugikan petani,  pengolah pangan, atau pedagang. Konsumen atau warga pun terkena imbasnya,” pungkas Beggy.***

Reporter : Robert

122 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *