Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono Resmikan Arboretum ITERA

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono saat menanam pohon di Itera, Selasa 21 Maret 2017.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono saat menanam pohon di Itera, Selasa 21 Maret 2017.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi pembangunan Arboretum Institut Teknologi Sumatera (ITERA).

Arboretum dengan luas dua hektar (ha) tersebut merupakan bagian dari Kebun Raya Lampung seluas 150 ha. Direncanakan terdapat 5000 bibit pohon diantaranya 43 jenis tanaman langka seperti pohon trembesi, damar, bungur, agathis, cemara laut, mahoni, gmelina, tanjung dan bambu.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono saat meresmikan Arboretum ITERA sekaligus menghadiri Acara Seminar Nasional Memperingati Hari Hutan dan Pohon Sedunia dengan tema “Hutan dan Pohon Sebagai Jantung Kehidupan Planet Bumi” di Gedung LPPMC ITERA, Selasa 21 Maret 2017.

Dalam sambutannya Sutono menjelaskan Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi ITERA untuk membangun Arboretum.

“Arboretum kedepan diharapkan mampu menambah keragaman hayati dan ruang terbuka hijau di Provinsi Lampung,” katanya.

Pengembangan wilayah akibat pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pengembangan pemukiman membuat lahan-lahan hijau semakin tergerus dan beralih fungsi menjadi bangunan fisik.

“Dengan berkurangnya lahan hutan dan ruang terbuka hijau. Maka masyarakat luaslah yang akan merasakan dampaknya negatifnya seperti banjir, tanah longsor maupun kekeringan saat musim kemarau,” katanya.

Untuk itu Sutono pada momentum ini mengajak seluruh elemen masyarakat Lampung untuk berkontribusi nyata dengan menanamkan kesadaran akan pentingnya keberadaan ruang terbuka hijau dan hutan.

Menurutnya, keberadaan Arboretum dapat dimanfaatkan sebagai wisata edukasi dan kegiatan ilmiah lainnya.

“Arboretum ITERA dapat dijadikan sebagai media riset, pendidikan, pariwisata dan tentunya akan menjadi salah satu tempat yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lampung,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Direktur Konservasi Tanah dan Air Mochamad Firman menjelaskan, bertepatan dengan Hari Hutan Internasional tanggal 21 Maret diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keberadaan pohon dan hutan.

Lebih lanjut, Firman menuturkan dengan adanya Arboretum ITERA mampu menjadi ruang terbuka hijau bagi masyarakat kota Lampung. Manfaatnya antara lain sebagai sarana penelitian, manfaat konservasi serta pemanfaatan mata air sebagai penyimpaan air hujan.

“Dengan adanya Arboretum, diharapkan mampu menjadi penyeimbang di masa pemanasan global kedepannya. Selain itu, Arboretum juga sebagai pendukung ruang terbuka hijau, karena 30% wilayah kota harus terdapat ruang terbuka hijau,” kata Firman.

Manfaat arboretum lanjut Firman akan lebih maksimal apabila didukung oleh lingkungan sekitarnya.

“Upaya ini akan lebih bermanfaat apabila wilayah sekitar Arboretum ditanami pohon-pohon lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Institut Sumatera Bidang Non Akademik Sukrasno menambahkan, ITERA berkomitmen besar untuk mampu membentuk green kampus. Sehingga kedepannya masyarakat Lampung mampu merasakan manfaatnya, karena wilayah hijau merupakan jantung dari dunia.

Lebih lanjut, Sukrasno menjelaskan Arboretum diharapkan mampu menjadi momentum dalam menumbuhkan kepedulian terhadap pohon, khususnya untuk daerah Lampung.

Diinformasikan Kepala Biro Humas dan Protokol Bayana, dalam acara ini dilakukan kegiatan penanaman pohon yg dilakukan seluruh peserta seminar dan pengamatan matahari sunspot dan solar flare.***

Reporter : Robert

89 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *