Komunitasku Menumbuhkembangkan Hidupku

Siswi-siswi Panti Asuhan VIncentius Pringsewu mengadakan rekoleksi dengan didampingi Titus Wisnu, Sr. M Valentina FSGM, Sr. M. Ruth FSGM dan team.

RADIO SUARA WAJAR – Panti Asuhan Vincentius, Pringsewu, mengadakan rekoleksi pada Minggu (12/3/17). Acara ini diadakan di aula SD Fransiskus Pringsewu.  Sebanyak 43 anak – anak Panti Asuhan Vincentius mengikuti kegiatan ini, baik yang SMP maupun yang SMA.  Tema dari rekoleksi kali ini adalah “Komunitasku Menumbuhkembangkan Hidupku”.

Rekoleksi ini didampingi oleh Sr. M. Valentina FSGM dan Titus Wisnu dan team.

Kegiatan ini diharapkan mampu membuat para anggota Panti Asuhan mampu membuat komunitas mereka semakin tumbuh dan berkembang serta membuat masing – masing individu menjadi pribadi yang lebih baik.

Materi yang disampaikan oleh Kak Titus Wisnu ini berisi tentang bagaimana cara kita untuk hidup di dalam suatu komunitas, belajar bekerja sama, bisa menerima dan menghargai perbedaan pendapat dalam suatu kondisi untuk memecahkan suatu masalah bersama, menemukan kasih dalam setiap perjumpaan, membuat mereka untuk mampu dan mau bersyukur serta mengetahui potensi diri sendiri untuk membantu komunitas untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Selain materi, games  yang dilakukan juga tidak lepas dari proses pembentukan karakter seperti game memahat patung diri, game ini bertujuan agar masing – masing individu mampu mengenali diri sendiri serta mengekspresikan diri mereka dalam bentuk nyata yaitu bentuk patung diri.  Ada banyak patung ekspresi yang mereka buat, seperti patung orang sedang berdoa, patung orang sedang bersalaman dan ada juga patung yang sedang tertawa penuh keceriaan.

Selain adanya materi dan games, dalam rekoleksi ini mereka juga diminta membuat pohon harapan dimana mereka diminta membuat pohon kreasi dengan kertas  yang diisi dengan harapan – harapan mereka untuk komunitas Panti Asuhan Vincentius.  Hal ini bertujuan agar harapan yang mereka buat lebih terarah dan mampu memunculkan harapan – harapan nyata dari berbagai tingkatan tersebut. Seperti contoh harapan siswi SMP, mereka berharap agar kakak kelas mereka lebih menghargai mereka dan juga mereka mendoakan kakak kelas XII agar bisa tamat SMA dengan cara yang memuaskan.

Ketika makan siang, Kak Titus Wisnu pun memproses mereka dalam suatu proses makan.  Cara makan yang diberikan yaitu setiap peserta dibagi dalam kelompok dimana setiap kelompok berisikan 7 orang dan 1 kelompok berisi 8 orang, kemudian berbaris dan berhitung dari satu sampai dengan jumlah mereka terakhir yaitu 43.  Masing – masing  kelompok berbaris dan diantara mereka diselipkan balon yang telah mereka tiup dengan besar kecilnya balon terserah keinginan mereka.  Setelah itu, setiap kelompok berjalan dan harus mencari bendera yang sebelumnya telah disiapkan panitia sesuai dengan nomor urut yang mereka dapatkan.  Proses makan ini sangat menuntut mereka untuk bekerja sama agar balon yang berada diantara mereka tidak jatuh maupun pecah.  Meskipun memerlukan waktu yang cukup lama, cara proses ini berhasil membuat meraka mau bekerja sama satu dengan yang lain dan mau mendengarkan arahan dari setiap pemimpin kelompok masing – masing.

Acara ini ditutup dengan acara Ibadat Penutup yang dipimpin oleh Sr. M. Valentina FSGM.  Ibadat ini berisi ungkapan syukur atas proses yang telah mereka alami dan harapan agar proses ini mampu memberikan hal baru dalam hidup berkomunitas.  [estu_pralampita]

 

81 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *