Save the Chidren Mengadakan Training Terapi Psikososial Anak dan Keluarga

Training Terapi Psikososial untuk Pekerja Sosial Anak dan Keluarga pada Rabu 8 Maret 2017 di Hotel Horison, Bandar Lampung.

Training Terapi Psikososial untuk Pekerja Sosial Anak dan Keluarga pada Rabu 8 Maret 2017 di Hotel Horison, Bandar Lampung.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Setiap anak mempunyai hak yang sama untuk hidup, tumbuh dan berkembang secara maksimal sesuai potensinya.

Secara berlapis, dimulai dari lingkar keluarga dan kerabat, masyarakat sekitar, pemerintah daerah sampai pusat, hingga masyarakat internasional berkewajiban untuk menghormati, melindungi dan mengupayakan pemenuhan atas hak anak.

Hanya jika setiap lapisan pemangku tugas tersebut dapat berfungsi dengan baik serta mampu menjalankan kewajiban dan tanggungjawabnya, maka anak akan dapat memiliki kehidupan yang berkualitas dan memungkinkannya untuk tumbuh serta berkembang secara optimal sesuai potensinya.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni pada acara Training Terapi Psikososial untuk Pekerja Sosial Anak dan Keluarga pada Rabu 8 Maret 2017 di Hotel Horison, Bandar Lampung.

“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama bulan Januari sampai dengan Desember 2016 yang ditangani oleh Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Dinsos Provinsi Lampung sebanyak 73 kasus,” katanya.

Menurut Sumarju, berdasarkan wilayah kejadian paling banyak terdapat di Kabupaten Lampung Tengah yakni sebanyak 20 kasus, disusul Bandar Lampung 19 kasus, selanjutnya Kabupaten Pesawaran 8 kasus, Kabupaten Tanggamus 5 kasus.

“Sedangkan kabupaten/kota lainnya rata-rata antara 1- 4 kasus. Disamping itu hampir setiap hari tindak kekerasan terhadap anak baik di keluarga, sekolah maupun ditempat umum lainnya selalu menghiasi media baik cetak, online maupun elektronik,” ungkapnya.

“Saya harapkan kepada narasumber agar dapat menyampaikan materi baik secara teori maupun praktek kepada pesera dengan sejelas-jelasnya sehingga para peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan dan ketrampilannya di lingkungan Panti maupun luar panti/masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Families First Case Worker Lampung Netti Suryani bahwa training psikososial ini bekerjasama dengan Yayasan Sayangi Tunas Cilik partner of Save the Children Indonesia.

“Peserta sebanyak 20 orang yang terdiri dari unsur-unsur Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) wilayah Kota Metro dan Bandar Lampung, Satuan Bhakti Pekerja Sosiak (Sakti Peksos), Pekerja Sosial; staf Dinsos Provinsi Lampung, Kota Metro dan Bandar Lampung,” jelasnya.***

Reporter : Robert

132 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *