Gereja Katolik Harus Mulai Pertimbangkan Pria Menikah untuk Jadi Pastor

Paus dianggap menyuarakan sikap yang sangat berbeda dibanding pendahulunya. Foto : BBC

Paus dianggap menyuarakan sikap yang sangat berbeda dibanding pendahulunya. Foto : BBC

BERLIN, RADIO SUARA WAJAR – Pemimpin Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus, mengatakan, Gereja seharusnya mulai mempertimbangkan laki-laki yang menikah boleh menjadi pastor.

Hal itu perlu untuk mengatasi kekurangan pastor, terutama di daerah terpencil, sebagaimana dilaporkan kantor berita Agence France-Presse, Jumat 10 Maret 2017.

“Kita harus memikirkan tentang apakah viri probati itu adalah suatu kemungkinan,” kata Fransiskus.

Menurut catatan Kompas.com, istilah viri probati berasal dari bahasa Latin. Di dalam hukum kanon Gereja Katolik istilah ini mengacu pada pria yang telah menikah saat mereka ditahbiskan menjadi diakon, pastor (imam), atau uskup.

“Kemudian kita harus memutuskan tugas-tugas apa saja yang bisa mereka lakukan, misalnya di masyarakat terpencil,” kata Paus dalam wawancara dengan majalah Die Zeit, Jerman.

Banyak orang Katolik percaya, untuk mengatasi kekurangan pastor (kaum tertahbis untuk pelayanan atau kaum selibat), Gereja harus membuka jalan baru dengan mempertimbangkan kemungkinan pria menikah bisa ditahbiskan menjadi diakon, pastor, atau uskup.

Mereka berpikir, bahwa selain pastor (imam) yang mengambil sumpah selibat, para orangtua, pria yang menikah dan memiliki komitmen kuat untuk pelayanan gereja juga bisa dipertimbangkan.

Pada Mei 2014, Paus Fransiskus mengatakan, “ada imam yang menikah di Gereja”, mengutip para pastor Anglikan dan gereja lain yang masuk Katolik meski telah menikah.***

Editor        : Robert

Sumber     : Kompas.com

120 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *