Umat Katolik dari berbagai elemen dirikan dapur umum untuk korban terdapak banjir di Bandar Lampung

Kesibukan di dapur umum yang didirikan tepat di belakang Rumah Sakit Santa  Anna, Jalan Hasanuddin No. 27 Teluk Betung Bandar Lampung Jumat 24 Februari 2017.

Kesibukan di dapur umum yang didirikan tepat di belakang Rumah Sakit Santa Anna, Jalan Hasanuddin No. 27 Teluk Betung Bandar Lampung Jumat 24 Februari 2017.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Umat Katolik dari berbagai elemen mendirikan dapur umum untuk membantu para korban terdampak banjir di Bandar Lampung. Mereka terdiri dari Caritas Tanjungkarang, WKRI Cabang Bandar Lampung, Susteran Hati Kudus dan umat Stasi Ratu Damai Teluk Betung Bandar Lampung.

Dapur umum didirikan di belakang Rumah Sakit Santa Anna, Jalan Hasanuddin No. 27 Teluk Betung Bandar Lampung dari Jumat 24 Februari 2017 hingga Sabtu 25 Februari 2017.

Saat Radio Suara Wajar berkunjung kesana nampak kesibukan memasak di sana-sini para ibu-ibu dari Paroki Santa Maria Ratu Damai Teluk Betung, Bandar Lampung. Para suster-suster HK juga turut serta menyiapkan makanan siap santap berupa nasi bungkus yang akan dibagikan pada korban terdampak banjir.

Margareta Ani Krismayasari, Kontak Person Caritas Tanjungkarang mewakili pihak-pihak yang terlibat dalam dapur umum ini menjelaskan makanan siap santap akan didistribusikan di Kelurahan Pesawahan dan Kelurahan Gedung Pakuan di Teluk Betung Utara yang terdapak banjir.

“Tadi pagi kita sudah memberikan layanan makanan siap santap sebanyak 600 bungkus untuk lebih kurang 642 jiwa. Kemudian sore ini kita akan lanjutkan bagikan makanan siap santap sama seperti tadi pagi dengan lokasi yang sama,” jelas Margareta, Jumat 24 Februari 2017 di lokasi dapur umum.

Selain makanan menurutnya, kelompoknya ini juga memberikan bantuan berupa alat-alat kebersihan.

“Prioritas kedua kami berikan alat-alat kebersihan seperti cangkul, sekop masing-masing 30 unit dan alat angkut dorong lumpur sebanyak 12 unit,” jelasnya.

Dengan sedikit bantuan ini dia berharap bisa meringankan walau sedikit para korban terdampak banjir.

“Minimal meringankan beban dari keluarga terdampak dan memulihkan motivasi, supaya mereka dapat bertahan dan dapat melanjutkan kelangsungan hidup mereka,” pungkas Margareta.***

Reporter : Robert

106 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *