Bank Lampung Miliki Modal Lebih Dari Rp1 Triliun?

Suasana Pengundian Siger Mas Bank Lampung 25 Unit Yamaha Vega, sejumlah Mas Batangan, dan 2 Unit Mobil Hadiah Utama.
Suasana Pengundian Siger Mas Bank Lampung 25 Unit Yamaha Vega, sejumlah Mas Batangan, dan 2 Unit Mobil Hadiah Utama.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Pada akhir tahun 2017 Bank Lampung harus naik kelas dari katagori Bank Buku I menjadi Bank Buku II, dengan nilai modal inti lebih besar dari 1 Triliun. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi Bank Lampung.

“Oleh karena itu, Bank Lampung harus melakukan berbagai upaya pembenahan secara struktural guna mewujudkan transformasi Bank Pembangunan. Untuk itu segenap jajaran Bank Lampung harus terus berkarya dengan sungguh-sungguh, penuh dedikasi dan disiplin, mematuhi semua peraturan yang ada serta penuh tanggung jawab. Sehingga Bank Lampung akan menjadi Bank yang dicintai, diminati oleh seluruh masyarakat,” ujar Staf Ahli Bidang Ekubang Pemprov Lampung Choiria Pandarita mewakili Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo.

Hal itu diutakanan pada acara Puncak Anniversary PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Lampung ke-51, dan penyaringan Undian Tabungan Siger Mas Periode XX Tahun ke-16/2016, di Bandar Lampung pekan ini.

Dalam sambutannya Staf Ahli mengatakan, sektor perbankkan, sangat penting dalam menunjang perekonomian baik secara nasional maupun regional, karena industri perbankkan merupakan salah satu lembaga yang dapat menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Inisiatif strategis yang telah dituangkan dalam rencana bisnis Bank Lampung maupun sasaran yang telah ditetapkan dalam Coorporate Plan Bank Lampung sampai tahun 2019, diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik.

Sementara itu, Pjs. Dirut Bank Lampung Purwantari Budiman melaporkan, Bank Lampung memiliki ancaman secara eksternal yang akan dihadapi perbankan secara nasional.

Antara lain, diberlakukan kebijakan global dibidang keuangan seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berdampak terhadap persaingan ketat antar-industri perbankan maupun industri keuangan lainnya, termasuk Bank Lampung.

“Di usia ke 51 bagi Bank Lampung adalah momen untuk merefleksi diri untuk terus mengevaluasi kinerja agar ke depan semakin baik, dalam hal pelayanan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung,” ujar Purwantari.***

Reporter : Robert

89 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *