Renungan Harian, Senin 30 Januari 2017

Senin Biasa IV

Bacaan: Markus 5:1-20

Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa

5:1 Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 5:2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. 5:3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 5:4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. 5:5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. 5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 5:7 dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!” 5:8 Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!” 5:9 Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: “Siapa namamu?” Jawabnya: “Namaku Legion, karena kami banyak.” 5:10 Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. 5:11 Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, 5:12 lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!” 5:13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. 5:14 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. 5:15 Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. 5:16 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. 5:17 Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. 5:18 Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. 5:19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” 5:20 Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

Renungan

Yesus datang membawa kesembuhan dan pembebasan. Kehadiran-Nya selalu membawa kegentaran bagi roh-roh jahat yang merasuki seseorang. Kehadiran-Nya dirasakan sebagai kehadiran Yang Ilahi oleh roh-roh jahat itu. Mereka tahu persis siapa Yesus dan untuk apa Ia datang. Maka bagi kejahatan, Yesus adalah ancaman besar, namun mereka tidak kuasa untuk melawan-Nya. Jangankan melawan, hanya bertatapan muka pun mereka tidak sanggup.

Roh-roh jahat dalam diri orang Gereja tundak pada Yesus dengan menyebutkan nama mereka sebagai Legion. Selama ini mereka berkuasa atas orang Gerasa itu, bahkan mereka juga menguasai penduduk Gerasa. Tidak satu orangpun dari mereka yang mampu menangani Legion. Kehadiran Yesus menjadi ancaman kehancuran bagi Legion, kesadaran itu menjadi konkret nyata. Kata-kata-Nya mempunyai daya ilahi yang membebaskan. Yesus berkuasa atas mereka. Iman dan kasih Tuhan yang hadir dalam diri kita juga mempunyai daya kuasa yang mampu mengusir kejahatan-kejahatan dalam diri kita.

Namun tidak jarang seperti penduduk Gerasa, justru kita sendiri yang meminta Yesus untuk pergi dan menjauh. Apakah ini tandanya bahwa mereka semua telah dikuasi yang jahat? Bisa jadi demikian, karena itu mereka takut dengan yang Ilahi. Orang yang terbebas dari Legion itulah yang menjadi saksi nyata dari apa yang Yesus lakukan. Apakah kita berani sungguh menerima Yesus dalam diri kita? Dengan demikian kita menjadi bersih dari kuasa-kuasa jahat? Tidak jarang kita justru nyaman dengan kejahatan-kejahatan yang ada dalam diri kita.

Roh-roh jahat memang tidak selayaknya tinggal didalam tubuh manusia. Berpindahnya legion ke dalam babi-babi menunjukkan kepada kita bahwa sudah semestinya tubuh kita ini menjadi Bait Allah yang hadir dan bersemayam. Tubuh kita dikuduskan dan disucikan untuk menjadi tempat tinggalnya berkat Allah, damai dan cinta kasih, kebenaran dan kelemahlembutan. Roh-roh jahat itu sudah selayaknya tinggal dalam babi-babi itu dan binasa.

Ini hanya bisa terjadi jika kita sungguh-sungguh menerima Yesus yang hadir dalam diri kita masing-masing. Setiap minggu, bahkan setiap hari, kita dimungkinkan untuk menyambut Tubuh Kristus dalam Ekaristi. Itulah cara paling konkret kita menerima Tuhan yang hadir secara nyata. Rahmat luar biasa itu kita bagikan kepada orang-orang yang kita jumpai. Memperjuangkan kasih dan kebenaran menjadi tanda nyata bagi kita untuk mengusir yang jahat dari dalam diri manusia. Ini memerlukan daya kekuatan yang besar, memerlukan rahmat Allah sendiri.

Mari kita mohon rahmat Tuhan agar kita dimampukan untuk senantiasa menjadikan tubuh kita sebagai Bait Allah yang hidup. Mari mohon rahmat Tuhan agar kita mampu menguasai yang jahat, bukan dikuasai oleh mereka. Semoga dengan demikian, kehadiran kita menjadi tanda kehadiran yang Ilahi.

Doa

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk berjuang karena kasih dan demi kebenaran. Kuatkan kami ketika menghadapi berbagai tantangan yang melehakan kasih dan iman kami. Semoga karena rahmat-Mu kami mampu menjadi sakramen-sakramen yang hidup. Amin.

 

 

258 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *