Berpartisipasi dalam pilkada

RADIO SUARA WAJAR – Umat Katolik Gereja Hati Kudus, Kramat, Jakarta Pusat mengadakan sebuah seminar di aula Gereja Hati Kudus, pada Minggu (15/01/17).

Dalam kesempatan itu, direktur eksekutif Indo Barometer, sebuah lembaga survei dan penelitian independen, Mohammad Qodari menegaskan bahwa kita harus memilih pemimpin yang berani yang bisa membuat perubahan di ibukota ini.

Ia mendesak umat Katolik untuk melepaskan segala prasangka apapun dan memberikan hak suara dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) bulan depan, tanpa memandang latar belakang agama atau etnis mereka. Ia mengatakan “Anda tidak hanya menjadi umat Katolik, tetapi juga menjadi warga bangsa baik.”

Jutaan rakyat Indonesia akan memilih para kepala daerah pada 15 Februari di 101 daerah di seluruh tanah air dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, termasuk DKI Jakarta.

Pada pertemuan itu Qodari memuji Ahok, dengan mengatakan gubernur itu telah mengubah Jakarta dari sebuah kota metropolitan. Menurutnya Jakarta selama ini hanya sebuah kampung besar karena banyak tempat kumuh, banjir, dan sungai-sungainya kotor.

Pastor Guido Suprapto, sekretaris eksekutif Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (Kerawam KWI), mengatakan para uskup Indonesia telah mengeluarkan Surat Gembala terkait Pilkada pada November tahun lalu, mendorong umat Katolik untuk berpartisipasi dalam pemilu dan bahkan meminta umat untuk ikut mengawal seluruh proses Pilkada mulai dari kampanye hingga debat terbuka di televisi.

Sementara itu seorang pengamat politik, Yunarto Wijaya mengatakan Gereja perlu mendorong umat untuk tidak memilih calon yang primordial dan menyebarkan isu SARA.

Menurutnya pilkada kali ini jauh lebih keras ketimbang sebelumnya. Siapa yang menang akan menentukan kebangsaan kita. (ucanews)

 

92 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *