Renungan Harian, Rabu 04 Januari 2017

Ilustrasi: Tindakan Sederhana Peduli Pada Sesama dan Alam Sekitar

Rabu Biasa Masa Natal

Bacaan: 1 Yohanes 3:7-10

3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; 3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. 3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. 3:10 Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Renungan

Surat pertama Yohanes ini mengingatkan kita agar menyatukan atau memadukan antara kebenaran dan kasih. Bagi kita rasany ada banyak moment dimana kita sulit untuk mewujudkan keduanya dalam waktu yang bersama. Tidak jarang kebenaran yang kita tegakkan sedikit banyak mengeliminir sikap kasih. Atau sebaliknya, sikap kasih yang besar tidak jarang juga mengabaikan nilai-nilai kebenaran. Rahmat kebijaksanaan mempunyai banyak perannya disaat-saat seperti itu. Kita diajak untuk selalu membawa kebenaran dan memperjuangkan kasih.

Sikap yang mampu dengan sempurna menunjukkan kebenaran dan kasih itu adalah apa yang dilakukan oleh Yesus. Kita ingat bagaimana sikap-Nya ketika banyak orang menghadapkan kepadanya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Kita juga ingat bagaimana sikap dan tanggapannya ketika orang bertanya persoalan kewajiban membayar pajak. Kita juga ingat bagaimana sikap dan tindakannya selama proses pengadilan dan penyaliban-Nya. Semuanya menunjukkan kebenaran dan sekaligus kasih.

Kebenaran dan kasih kepada saudara adalah bentuk konkret dari iman kita sebagai orang Kristiani. Perwujudan yang paling pada dari iman kita adalah bagaimana ungkapan kasih itu menyentuh sesama kita, menyentuh alam sekitar kita. Jika hanya berdoa terus tanpa memperjuangkan kebenaran dan mewujudkan kasih, hidup Kristen kita belum sampai pada kenyataan manusiawi. Kita hanya berhenti pada angan-angan ilahi. Iman kita adalah iman yang mengasihi sesama, tidak bisa tidak.

Mari bersama-sama berjuang untuk menaburkan kasih dalam setiap sudut hidup kita. Kasih dan kebenaran tetap dan selalu relevan sepanjang masa. Tanpa itu hidup kita hanya sekedar berjalan seperti tanpa ada roh yang menjiwai kita. Ditengah dunia saat ini, kasih dan kebenaran menjadi medan hidup kita.

Doa

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk tidak takut memperjuangkan kebenaran dan kasih dalam hidup kami. Amin.

 

218 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *