Renungan Harian, Jumat 16 Desember 2016

Jumat Adven III

Bacaan: Yohanes 5:33-36

5:33 Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; 5:34 tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. 5:35 Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu. 5:36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.

Renungan

Natal sebentar lagi akan tiba. Masa Adven sudah akan memasuki minggu keempat, minggu yang terakhir dalam persiapan natal. Negara, dalam hal ini dari kepolisian misalnya, juga sudah mengadakan berkali-kali pertemuan untuk membahas tentang persiapan pengamanan perayaan natal. Diberbagi tempat juga sudah mulai dibuat hiasan-hiasan natal dan tahun baru. Semuanya menjadi semakin lengkap dan konkret dengan semakin dekatnya hari natal itu.

Pertanyaan bagi kita sendiri adalah, sudah siapkan hati kita untuk merayakan natal? Rasanya kita sudah mengadakan persiapan jauh-jauh hari, mulai dari memilih mau liburan dimana sampai dengan mau memakai sepatu yang seperti apa nanti ketika merayakan natal. Makan besar dan kecil sudah mulai dirancang untuk dihidangkan kepada sanak saudara yang akan datang. Mungkin juga rumah sudah menjadi lebih terang dan bersih. Itu semua adalah persiapan fisik yang sangat perlu kita lakukan.

Namun lebih dari itu, sebenernya yang harus dipersiapkan jauh lebih dahsyat adalah hati kita. Dengan hati dan iman seperti apakah kita menyambut kedatangan Tuhan? Itu yang menjadi ranah personal dan terpenting kita sebagi orang beriman. Semoga pernak-pernik dan keceriaan hiasan natal itu menjadi ekspresi iman kita. Apa yang kita imani itulah yang menjadi perwujudan keindahan menyambut Sang Juru selamat.

Injil hari ini mengingatkan kita akan isi hati dan iman kita ketika menyambut natal, kelahiran Sang Mesias. Yohanes semakin menegaskan bahwa Yesus adalah Sang Kristus, Putera Allah yang diutus ke dunia. Ia dilahirkan, bukan dijadikan. Kesaksian Yohanes menjadi kesaksian yang unggul. Tetapi kesaksian dari Bapa menjadi yang paling utama dan menentukan. Ada atau tidak kesaksian manusia, itu tidak berpengatuh bagi ‘status’ Yesus yang adalah Mesias.

Kiranya perikopa hari ini semakin menguatkan iman kita, semakin menambah sukacita kita untuk menyambut hari raya natal. Natal bukan hanya sekedar rutinitas yang harus dirayakan. Bagaimanapun bentuk perayaannya, esensi dari natal adalah perayaan iman kita menyambut Sang Kristus hadir dalam diri kita.

Mari kita semakin memperispakan hati dan iman kita. Natal sudah semakin mendekat. Jangan sampai hanya lewat begitu saja.

Doa

Ya Tuhan, bantulah kami agar kami mampu mempersiapkan hati dan iman kami untuk menyambut natal ini. Semoga sungguh hati kami semakin terbuka akan rencana dan kehadiran-Mu. Bimbinglah kami agar kami mampu selalu bersukacita dalam nama-Mu. Amin.

 

190 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *