Surat Gembala 3 Desember

RADIO SUARA WAJAR – Dalam rangka memeperingati Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember, Uskup Keuskupan Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo, menerbitkan surat gembala. Surat itu dibacakan sebagai pengganti khotbah pada Misa Minggu 5 Desember 2016 di seluruh Gereja di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ).

Dalam surat gembala itu, Mgr. Suharyo menyampaikan permohonan maaf kepada para penyandang disabilitas, di mana menurut dia selama ini Gereja masih kurang memberi perhatian pada mereka.

Bapak Uskup mengatakan bahwa sekarang saatnya kita berjalan bersama sebagai keluarga. Bapak Uskup juga menyatakan terima kasih kepada mereka yang selama ini memberi teladan kepedulian kepada penyandang disabilitas, baik lembaga sosial, komunitas, maupun pribadi.

Namun, hal ini yang ia sebut sebagai pertobatan batin, mesti diikuti tindakan yang nyata.

Ia mengatakan bahwa dalam rangka Hari Disabilitas Internasional ini, kita dapat mewujudkan pertobatan kita itu, antara lain menerima dengan kasih saudari-saudara kita dan anak-anak kita yang menyandang disabilitas, ikut menguatkan keluarganya dengan tidak mengasingkan mereka dari tengah kita.

Bagi saudari-saudara kita dan anak-anak kita itu, misalnya, perlu disediakan prasarana dan sarana agar dapat ikut serta dalam Perayaan Ekaristi mingguan bersama umat, tidak hanya perayaan Ekaristi yang khusus saja. Dalam perayaan bersama itu akan ada perjumpaan yang saling menumbuhkan dan menguatkan.

Lembaga pendidikan Katolik, sesuai kemampuannya, dihimbau untuk tetap menerima penyandang disabilitas ini bersama siswi-siswa lain.

Dalam surat itu, Mgr Suharyo juga mengingatkan bahwa penyandang disabilitas adalah ‘minoritas terbesar’ di dunia.

Mengutip data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ada sekitar satu miliar penduduk dunia atau sekitar 15 persen yang menyandang disabilitas, di mana sekitar 80 persen dari jumlah itu ada di negara-negara berkembang.

Di Indonesia, kata dia, menurut data dari Kementerian Sosial, pada 2010, jumlah penyandang disabilitas adalah 11.580.117 orang.

Mgr Suharyo menjelaskan, di KAJ, belum ada angka yang pasti mengenai jumlah penyandang disabilitas. Tetapi jika kita ambil angka lima persen saja, ada kira-kira 25 ribu penyandang disabilitas di Keuskupan Agung Jakarta.

Ia menjelaskan, mayoritas para penyandang disabilitas menanggung banyak tekanan sosial karena kurang dipahami, bahkan dikucilkan.

Mgr. Haryo menjelaskan bahwa Yesus jelas mengajarkan bahwa setiap pribadi manusia berharga di mata Allah Bapa. Setiap pribadi manusia mempunyai martabat luhur, dengan keterbatasan masing-masing. (katoliknews.com)

 

175 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *