Pemerintah Provinsi Lampung Tentukan Titik Koordinat Pembangunan Pusat Observatorium Teropong Bintang

Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Fahrizal Darminto saat meninjau lokasi pembangunan pusat observatorium teropong bintang di daerah Tahura Wan Abdul Rachman, Desa Hanura, Teluk Pandan, Pesawaran, Minggu 20 November 2015.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Fahrizal Darminto bersama tim, saat meninjau lokasi pembangunan pusat observatorium teropong bintang di daerah Tahura Wan Abdul Rachman, Desa Hanura, Teluk Pandan, Pesawaran, Minggu 20 November 2015.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Pemerintah Provinsi Lampung kemarin, Minggu 20 November 2016 telah menemukan titik lokasi, yang rencananya akan dibangun pusat observatorium teropong bintang.

Lokasinya berada di daerah Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, kawasan Desa Hanura, Teluk Pandan, Pesawaran.

“Alhamdulilah hirobil alamin, tim yang bertugas untuk mencari titik “nol” pembangunan observatorium teropong bintangm, pada hari ini Minggu tanggal 20 November 2016 telah berhasil menetapkan satu titik,” katan Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Fahrizal Darminto di lokasi.

Menurut Fahrizal Darminto, titik itu berada pada 1002 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Dengan koordinat Universal Transverse Mercator (UTM) 0516815 sumbu X dan 9397320 sumbu Y atau konversi pada 5 derajat 27,147′ Lintang Selatan dan 105 derajat Bujur Timur 9,108′. Mudah-mudahan penetapan ini akan menjadi rujukan untuk selanjutnya,” pungkasnya.

Dibagian lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumarju Saeni mengatakan rencana pembangunan observatorium ini lahir dari kebutuhan Indonesia akan pusat observatorium baru.

“Saat ini, Indonesia hanya memiliki satu pusat observatorium, yakni Boscha, yang usianya kini sudah lebih dari 90 tahun,” jelasnya.

Selain itu menurut Sumarju, observatorium ini juga akan mendukung pembelajaran program studi baru yang nantinya akan dibuka di ITERA yakni program studi astronomi.

Seperti diketahui, Indonesia sangat membutuhkan tambahan observatorium, tidak bisa hanya satu. Terlebih saat ini Observatorium Boscha sudah mulai terkena polusi cahaya akibat pembangunan dan pengembangan wilayah di sekitarnya.***

Reporter : Robert

140 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *