Menjadi Xaverian Sejati yang Berjiwa Humanis, Cerdas, Jujur, Disiplin dan Melayanai Dimanapun Berada

Vikjen Keuskupan Tanjungkarang RD JB Sujanto berfoto besama dengan staf Yayasan Xaverius Tanjungkarang serta  SDM Kependidikan usai acara ramah tamah, Sabtu 03 Desember 2016.
Vikjen Keuskupan Tanjungkarang RD JB Sujanto berfoto besama dengan staf Yayasan Xaverius Tanjungkarang serta SDM Kependidikan usai acara ramah tamah, Sabtu 03 Desember 2016.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Hampir dua ribuan orang memadati kompleks SMA Xaverius Pahoman Jl. Cendana No.31, Rawa Laut, Bandar Lampung, Sabtu 03 Desember 2016.

Mereka merayakan pesta pelindung sekolah, Santo Fransiskus Xaverius yang diperingati setiap 03 Desember. Moment ini bertepatan juga dengan peringatan 55 tahun berdirinya sekolah-sekolah Xaverius di bumi ruwa jurai.

Acara diawali dengan misa syukur yang dipersembahakan oleh selebran utama Vikjen Keuskupan Tanjungkarang RD JB Sujanto. Selain itu Romo konselebran RD Ambrosius Astono, RD Piet Yoenanto SW, RD Andreas Basuki, RD A. Suhermanto dan RD Andreas S.

Berbagai pertunjukan persembahan tiga belas unit sekolah di bawah Yayasan Xaverius Tanjungkarang menyedot perhatian seluruh yang hadir. Seperti pentas seni dengan judul “Menjadi Xaverian Sejati yang berjiwa humanis, cerdas, jujur, disiplin dan melayani dimanapun berada”. Pentas seni ini diperagakan oleh siswa-siswa Xaverius dalam tiga bahasa.

Vikjen Keuskupan Tanjungkarang RD JB Sujanto dalam sambutan di acara ramah tamah mengajak para tenaga pendidik yang ada di sekolah di bawah naungan Yayasan Xaverius Tanjungkarang untuk memberi keteladanan dan sikap hidup.

“Karena saat kita berkarya di dunia pendidikan, bukan hanya soal intelektual yang mau kita bagikan, tetapi terlebih keteladanan hidup dan sikap hidup kita bersama,” kata Romo Janto.

Menurutnya tidak melulu soal intelektualitas semata yang dibagikan oleh para pendidik, tapi yang tidak kalah penting ialah nilai-nilai moral, kepribadian dan iman yang wajib ditransformasikan kepada anak didiknya.

“Bukan hanya mengembangkan intelektual, tetapi mengembangkan nilai-nilai kehidupan, dan kepribadian kita bersama. Sehingga tidak ada kesenjangan antara intelektual yang dibangun dengan sikap hidup dan moral kita. Sehingga dengan intelektual, kita mampu mengembangkan diri dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang RD Ambrosius Astono memaparkan salah satu program Presiden Republik Indonesia Jokowi yakni Revolusi Mental. Sebagaimana diketahui, program ini tertuang dalam butir ke-8 dalam ‘Nawa Cita.” RD Astono menegaskan bawah program Revolusi Mental itu telah diimplementasikan pada sekolah-sekolah di bawah yayasan yang ia pimpin.

Revolusi mental dalam dunia pendidikan menurut Ekomon Keuskupan Tanjungkarang era mendiang Mgr. Andreas Henrisoesanta, SCJ ini, termaktub dalam tiga hal yakni integritas, etos kerja dan gotong royong.

“Semua kita adalah anak-anak Allah yang mempunyai martabat yang sama, dan itulah saya kira sumber integritas kita sebagai manusia, sebagai pribadi yang kita terjemahkan dalam lima nilai yang kita prioritaskan dalam dunia Xaverius kita yakni humanis, cerdas, jujur, disiplin dan melayani,” katanya.

Menurut RD Astono, setiap tenaga-tenaga kependidikan di Xaverius merupakan misionaris yang artinya membawa kabar pewartaan sabda Tuhan melalui hidup. Oleh karena itu teladan Santo Fransiskus Xaverius menurut RD Astono, kiranya menjadi spirit dan inspirasi dalam mengabdi di sekolah-sekolah di bawah Yayasan Xaverius Tanjungkarang.

“Kalau lima nilai itu bisa kita wujudkan, rasa-rasanya kita akan sungguh menjadi Xaverian-Xaverian sejati yang berjiwa humanis, cerdas, jujur, disiplin dan melayanai dimanapun berada,” tutupnya.***

Reporter : Robert

170 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *