Renungan Harian, Sabtu 3 Desember 2016

Sabtu Adven I, Pesta St. Fransiskus Xaverius, Imam Misionaris

Bacaan: Markus 16:15-20

Wartakanlah Injil

16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” 16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. 16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Renungan

St. Fransiskus Xaverius dalam konteks Gereja Indonesia mempunyai peran yang cukup besar untuk karya pewartaan kabar Injil. Di Sumatera Bagian Selatan nama ini dipakai untuk Yayasan Xaverius yang cukup dipandang orang berkaitan dengan pendidikan. Meskipun kalau dilihat St. Frans. Xaverius sepertinya tidak pernah ke Sumbagsel ini. Namun semangatnya sampai ke daerah ini dan menjadi semakin besar. Semoga nama besar itu tidak mengecilkan nilai rohani yang dibawa oleh Frans. Xaverius untuk mewartakan Injil.

Bacaan Injil hari ini menampakkan bagaimana semangat dasar dari Frans. Xaverius untuk pergi dari ‘kenyamanan’nya, ia menuruti nasehat ‘pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk’. Digerakkan oleh perutusan Yesus kepada para murid, Frans. Xaverius menjadi pewarta Injil yang ulung, ia mengambil semua resiko yang mungkin demi Injil. Dan memang tanda-tanda dan jaminan keselamatan yang dijanjikan Yesus dialami oleh Frans. Xaverius. Dari kisah yang ada, dikabarkan bahwa ia berhasil membaptis sekian puluh ribu orang, mampu hidup membawa budaya baru dalam terang Injil, dan sederet ‘keberhasilan’ lainnya.

Tuhan mengutus para murid, namun tidak meninggalkan mereka. Tanda-tanda yang mengertai para utusan bisa dimengerti secara harfiah, namun juga bisa kita maknai secara rohani. Bisa jadi dan sangat mungkin para murid “mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Tetapi dasar dari semua itu adalah pewartaan Injil, bukan pewartaan yang lain.

Demikian juga dengan kita, bisa jadi kita mampu mengusir setan, berbicara dalam bahasa baru, memegang ular, dan tanda-tanda lainnya yang tidak biasa dilakukan semua orang. Namun demikian, tetap harus kita kembalikan apakah itu dalam rangka pewartaan Injil, atau sebaliknya. Di situlah perlu adanya pembedaan roh (discerment). Bedanya sangat tipis, dan mungkin tidak tampak, maka sungguh diperlukan tuntutan dan pendampingan Roh untuk memurnikan motivasi pewartaan Injil.

St. Frans. Xaverius sudah banyak meminum racun maut kehidupan, meletakkan tangan atas orang sakit, mengusir setan-setan, dan membawa banyak orang masuk dalam sukacita Injil. Itu bisa ia lakukan karena ia sungguh mewartakan Injil sampai akhir hidupnya. Teladan itulah yang bisa menjadi warisan bagi  Gereja kita sepanjang masa. Semoga semangatnya tetap bernyala dalam diri kita saat ini. Memang kita tidak pernah berjumpa dengannya, namun gemanya sampai pada kenyataan hidup kita.

Racun maut, setan, serta kenyataan-kenyataan kesakitan kita akan menjadi relatif apabila kita seperti para murid yang berani mewartakan Injil dalam seluruh hidup mereka. Semoga kitapun menjadi pewarta Injil yang hidup saat ini, dalam konteks hidup kita masing-masing.

Doa

Ya Tuhan, kami bersyukur atas teladan para misionaris di tanah air kami ini. Semoga benih-benih Injil yang mereka bawa mampu berkembang dengan subur dan semakin menyentuh banyak orang yang belum mengenal-Mu. Ajarilah kami agar kami berani dan mampu menjadi pewarta Injil yang hidup saat ini. Amin.

 

152 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *