Renungan Harian, Rabu 30 November 2016

Rabu Adven I, Pesta St. Andreas Rasul

Bacaan: Matius 4:18-22

Yesus memanggil murid-murid yang pertama

4:18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. 4:19 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” 4:20 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. 4:21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka 4:22 dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Renungan

Seorang frater dalam membuat paper mata kuliah ‘Kristologi Kontekstual’ mengambil tema tentang bagaimana membahasakan Kristus dalam dunia sekarang ini khususnya dikalangan pengguna networking. Atau bagaimana membahasakan Kristus dalam dunia para ciber yang pasti tidak akan banyak berbicara ketika menggunakan bahasa-bahasa teologi dan filsafat. Dalam permenungannya, frater itu menemukan bahasa yang menurutnya bisa ditangkap dan diterima oleh kalangan mereka, yakni “Jesus is The Cyber Star”. Bahasa yang mungkin tidak sepenuhnya mudah diterima oleh sebagian besar umat Katolik.

Demikian dengan bahasa ‘penjala manusia’. Yesus menggunakan latarbelakang para murid untuk menyampaikan misi-Nya. Para rasul dipanggil untuk menjadi penjala manusia setelah mereka menjadi penjala ikan. Apakah sepenuhnya dimengerti oleh para rasul? Bisa dipastikan tidak sepenuhnya dimengerti apa yang dimaksud Yesus menjadi penjala manusia. Bagi kita yang hidup sekian abad setelah para rasul bisa mengerti dengan cukup mudah.

Sebenarnya kata-kata Yesus sendiri sudah menunjukkan bahwa para murid tidak mengerti. Dan proses menjadi penjala manusia itu adalah Yesus sendiri yang membentuknya, bukan dari diri para rasul. Dasar dari penjala manusia adalah pendidikan dan pengajaran Yesus sendiri. “akan Kujadkan penjala manusia” menjadi titik tolak dan dasar panggilan para rasul. Demikian khususnya yang hari ini kita kenangkan bersama, St. Andreas. Secara alami ia dibentuk menjadi penjala ikan. Secara rohani, Yesus lah yang membentuknya menjadi penjala manusia.

Pusat dari penjala manusia itu tidak lain tidak bukan adalah Yesus sendiri. Dari Dialah keluar panggilan itu, dan kepada-Nyalah semuanya akan mengarah dan tertuju. Para rasul bukan tujuan dari penjala manusia itu sendiri, Yesus lah yang menjadi dasar panggilan mereka. Demikian juga dengan kita saat ini, panggilan kita adalah ikut ambil bagian dalam panggilan agung Kristus. Kita dipanggil untuk menjadi rasul-rasul jaman ini yang membawa orang lain sampai pada Yesus.

Panggilan kerasulan selalu mengingatkan kita sekaligus mengajak kita untuk berefleksi apakah Yesus sudah sungguh menjadi dasar kita hidup? Apakah sungguh “Jesus is my Cyber Star”? Kita bisa memberi label masing-masing atas panggilan kita. Tetapi yang jelas adalah Yesus Kristus adalah juruselamat kita. Maka ‘label’ itu seharusnya menjadi frame dari seluruh hidup kita. Semoga dengan demikian, nilai-nilai dan semangat kerasulan senantiasa menjadi bagian dari hidup kita sebagai orang yang sudah mendapat rahmat baptisan.

Doa

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk berani menjadi penjala manusia dalam konteks dunia saat ini. Semoga kami berani terus menerus meniru para rasul yang setia sampai akhir hidup mereka menjadi warta keselamatan-Mu. Semoga darah kemartiran mereka mampu menjadi teladan bagi hidup dan perjuangan kami. Amin.

 

224 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *