Renungan Harian, Selasa 22 November 2016

Selasa Biasa XXXIV, PW. St. Sesilia, Martir

Bacaan: Lukas 21:5-11

Bait Allah akan diruntuhkan, Permulaan penderitaan

21:5 Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: 21:6 “Apa yang kamu lihat di situ — akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.” 21:7 Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” 21:8 Jawab-Nya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. 21:9 Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.” 21:10 Ia berkata kepada mereka: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, 21:11 dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.

Renungan

Menjadi kebahagiaan dan keindahan tersendiri apabila kita bisa melihat, menyaksikan, dan merasakan bangunan yang megah, pemandangan alam yang indah dan sejuk, paras seseorang yang rupawan. Semua itu adalah kenyataan manusiawi yang patut kita syukuri. Bersyukur pula kita mampu menikamatinya dengan indra-indra yang kita miliki. Setiap manusia pasti menghendaki semuanya baik dan indah, mulai dari tingkah laku manusia sampai dengan tingkah laku alam semesta.

Itunya kenyataan kita sebagai manusia yang mampu berpikir dan bertindak. Namun kemampuan itu yang juga sering kali justru menjadi penghancur keindahan-keindahan yang ada di sekitar kita. Bahkan keindahan manusia juga dirusak karena pikiran dan tindakan kita sendiri. Manusia yang begitu agung dan mulia justru menjadi begitu rendah karena diri kita sendiri.

Bait Allah adalah tempat umat beragama berkumpul dan berdoa. Bait Allah merupakan tempat orang untuk berjumpa dengan Allah. Di gedung Bait Allah itu kita mengungkapkan iman kita. Bait Allah sebagai gedung yang megah memang diperlukan. Tetapi jika hanya bangunan fisik yang dipentingkan, Bait Allah itu hanya menjadi tempat perkumpulan biasa, bahkan justru menjadi pasar.

Mengembalikan ‘altar’ yang dijadikan ‘pasar’  bukanlah tindakan mudah, bahkan mengandung resiko besar. Yesus yang adalah Bait Allah yang hidup justru harus mengalami kematian di karena Bait Allah. Pembaruan-pembaruan sering kali harus melalui resiko yang tidak mudah. St. Yohanes dari salib juga harus dipenjara karena mengadakan pembaruan dalam ordonya.

Gereja juga perlu untuk terus membarui diri, mengevaluasi diri. Karena kenyamanan dan kemapanan, sering kali hal ini tidak mudah. Bukankah demikian yang terjadi di paroki-paroki? Sering kali seorang pembaru harus mendapat penganiayaan dan penyiksaan terlebih dahulu. Di situlah kita sebagai orang Kristiani selalu ditantang untuk berani terbuka pada pemikiran orang lain atau tidak. Jika ‘altar’ justru dijadikan ‘pasar’, seharusnya kita berani mengambil resiko apapun, juga jika resiko itu datang justru dari dalam lingkungan Gereja sendiri.

Karena iman, Yesus mengingatkan kita supaya kita tetap bertahan sampai kesudahan meski harus menghadapi banyak penderitaan. Syaratnya hanya satu, kita bertahan. Tidak melawan, tidak menghindar, tidak lari, tetapi bertahan. Bertahan dalam nama-Nya, kita pasti akan diberi jalan.

Doa

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk berani dengan jeli melihat kenyataan Gereja dimana kami berada. Semoga kami berani menyuarakan yang baik dan yang benar. Bantulah kami agar kami berani peduli kepada Gereja kami. Semoga demikian, kami Kau dapati setia bertahan sampai akhir hidup kami. Amin.

 

143 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *