RD Piet Yoenanto SW : Menjadi pemimpin di sekolah katolik merupakan tugas perutasan yang harus “selalu dihidupi”

RD Piet Yoenanto SW bersama Staf Yayasan Xaverius Tanjungkarang.
RD Piet Yoenanto SW bersama Staf Yayasan Xaverius Tanjungkarang.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Menjadi pemimpin di sekolah katolik merupakan tugas perutasan yang harus “selalu dihidupi”. Dengan membiarkan campur tangan Allah dalam menjalankan amanah yang diemban, niscaya semua akan berjalan baik.

Hal itu dikatakan RD Piet Yoenanto SW pada homilinya saat misa kudus sebelum acara serah terima jabatan (sertijab) tujuh kepala sekolah Yayasan Xaverius Tanjungkarang. Misa kudus berlangsung di Wisma Albertus Jl. Way Lubuk No. 2, Pahoman Bandar Lampung, Kamis 28 Juli 2016 lalu.

Menurut RD Piet Yoenanto SW, tidak sedikit sekolah-sekolah yang saat ini terpaksa dalam suasana kesulitan bahkan terancam gulung tikar.

“Hal ini terjadi hampir dapat dipastikan karena tidak mampu bersaing dalam segala hal sehingga kehilangan daya tarik, sehingga kehilangan nilai. Apakah tanda-tanda ini telah ada dalam lembaga pendidikan kita? Jika ada mari dengan sesegera mungkin untuk berbenah diri supaya tidak binasa,” ajak RD Piet.

Sebagai informasi, pada tahun pelajaran 2016/2017 Yayasan Xaverius Tanjungkarang melakukan regenerasi terhadap tujuh kepala sekolah karena masa jabatannya telah habis.

Tujuh kepala sekolah itu yakni; Sr. Yohana HK sebagai kepala sekolah TK Xaverius Way Halim, Sr. Yulia HK sebagai kepala sekolah TK Kalianda, R. Hendro Hadmoko S.Pd sebagai kepala sekolah SD. Xaverius 2 Bandar Lampung. Kemudian, Theresia Henny Kurniawati S.Pd sebagai kepala sekolah SMP 3 Bandar Lampung, Anjar Asmarawati S.Pd sebagai kepala sekolah SMP Xaverius Metro, Drs. Heru Tri Kuncoro sebagai kepala sekolah SMP Terbanggi Besar, dan Joko Winarno S,Pd.MM. sebagai kepala sekolah SMA Xaverius Pahoman.

Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang RD Ambrosius Astono pada acara sertijab tersebut menyampaikan selamat dan profeciat kepada ke tujuh kepala sekolah yang dilantik.

Menurutya semua SDM Kependidikan baiknya harus mempunyai mimpi dan siap untuk menjadi kepala sekolah. Karena semua memiliki peluang yang sama untuk dipanggil dalam tugas itu.

“Mari kita bangun komunikasi dan kerjasama untuk membenahi kurangan-kekurangan yang dirasa ada. Bagi Yayasan komitmen, integritas, dan loyalitas terhadap yayasan murupakan hal yang sangat penting untuk diperjuangangkan dan diimplementasikan oleh segenap SDM Kependidikan,” pungkasnya.***

Penulis : Thedodirus Bronto (Humas Yayasan Xaverius Tanjungkarang)

Editor   : Robert

191 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *