OJK : Waspadai Penawaran dari PT Swissindo World Trust International Orbit di Cirebon

Kepala Bagian Pengawasan Bank OJK Lampung Mendi Rahmadi. Foto : Robert
Kepala Bagian Pengawasan Bank OJK Lampung Mendi Rahmadi. Foto : Robert

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat untuk mewaspadai penawaran dari perusahaan atau lembaga yang menjanjikan pelunasan kredit dan ajakan tidak membayar utang ke bank-bank, perusahaan pembiayaan maupun lembaga jasa keuangan lainnya.

Seperti diketahui penawaran dan ajakan itu belakangan muncul di beberapa daerah dengan mengatasnamakan PT Swissindo World Trust International Orbit di Cirebon dan Koperasi Pandawa Mandiri Grup di Yogyakarta.

Terkait hal tersebut, OJK menyatakan bahwa praktek tersebut tidak dibenarkan karena dapat merugikan industri jasa keuangan dan masyarakat. Kegiatan tersebut tidak sesuai dengan mekanisme pelunasan kredit ataupun pembiayaan yang lazim berlaku di perbankan dan lembaga pembiayaan.

“Oleh karena itu, OJK mengajak semua pihak khususnya para debitur dan pelaku usaha jasa keuangan untuk waspada dan berhati-hati terhadap penawaran dan atau ajakan dari pihak manapun terkait hal tersebut,” kata Kepala Bagian Pengawasan Bank OJK Lampung Mendi Rahmadi.

Hal itu dikatakannya di sela-sela acara Seminar Waspada Investasi dan Rapat Koordinasi Tim Kerja Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindak Melawan Hukum di Bidang Perhimpunan dan Pengelolaan Investasi Provinsi Lampung. Acara digelar di Hotel Horison Bandar Lampung, Selasa 01 November 2016.

Mendi Rahmadi mengimbau agar pihak-pihak yang merasa dirugikan melakukan upaya hukum sesuai dengan koridor hukum yang berlaku, agar terdapat kepastian hukum dan mencegah kerugian yang lebih besar pada industri jasa keuangan akibat perilaku pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Menyikapi hal itu, OJK sedang berkoordinasi dengan lembaga dan otoritas terkait guna mecegah adanya kerugian bagi Industri Jasa Keuangan dan masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, modus penawaran pelunasan kredit dilakukan dengan menawarkan janji pelunasan kredit atau pembebasan hutang rakyat dengan sasaran para debitur macet pada bank-bank. Selain itu peuhsaan-perusahaan pembiayaan maupun lembaga-lembaga jasa keuangan lainnya, dengan cara menerbitkan surat jaminan atau pernyataan pembebasan hutang yang dikeluarkan dan mengatasnamakan Presiden dan Negara Republik Indonesia maupun lembaga internasional dari negara lain. Para dibitur tersebut dihasut untuk tidak perlu membayar hutang mereka kepada debitur.

OJK meminta masyarakat untuk terlebih dahulu berkonsultasi terkait penawaran kegiatan keuangan yang dianggap mencurigakan ke Layanan Konsumen OJK melalui telepon 1500655 atau konsumen@ojk.go.id, ataupun mendatangi kantor OJK terdekat yang ada di berbagai kota.***

Reporter : Robert

227 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *