Renungan Harian, Selasa 1 November 2016

Selasa Biasa XXXI, HR. Semua Orang Kudus

Bacaan: Matius 5:1-12

Ucapan bahagia

5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. 5:2 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: 5:3 “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. 5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. 5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. 5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. 5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. 5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. 5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. 5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga.

Renungan

Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Orang Kudus. Dalam syahadat pada rasul, Gereja dengan jelas mengungkapkan iman yang hari ini kita rayakan “Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja katolik yang Kudus, persekutuan para kudus, Pengampunan Dosa, Kebangkitan badan, Kehidupan kekal.” Dasar dari iman ini adalah iman akan Yesu Kristus, Putera Allah yang mati di salib dan bangkit pada hari ketiga. Tanpa pengakuan iman akan Kristus itu, iman akan persekutuan para kudus dan kebangkitan badan tidak akan ada.

Berkat kehadiran Kristus di dunia itulah Gereja hari ini merayakan semua orang kudus. Gereja bukan hanya yang kelihatan saat ini di dunia. Gereja adalah persekutuan para kudus, persukutan yang masih berziarah di dunia dan persekutuan dengan para kudus di surga. Para kudus mendoakan kita yang masih berziarah mengarungi dunia. Para kudus menjadi teladan kita untuk juga mengejar kekudusan. Panggilan semua orang Kristiani adalah untuk hidup dalam kekudusan dan kesempurnaan.

Persekutuan para kudus menjadi tanda yang jelas bahwa Gereja juga meyakini akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal. Kepercayaan ini sumbernya adalah Kristus yang hadir di dunia, mati di salib, dan bangkit pada hari ketiga. Tanpa Kristus yang bangkit, iman kebangkitan badan dan hidup kekal tidak terjadi. Jaminannya adalah hidup dalam Kristus.

Bagaimana bentuk hidup dalam Kristus? Bentuk hidupnya adalah seperti yang dikatan Yesus hari ini dalam Injil. Jaminan hidup kekal ada di dalam sabda Yesus hari ini. Bagi dunia, apa yang diajarkan Yesus hari ini adalah ketidakmasukakalan, namun bagi orang Kristiani, inilah jalan Kristus. Penderitaan dan kesengsaraan bukan akhir dari hidup kita. Jika hidup kita dalam Kristus, jaminan kehidupan kekal menjadi kenyataan yang sudah pasti. Kematian bukan akhir dari segalanya, kebangkitan dan kehidupan kekal adalah jaminan Kristiani.

Pada bagian terakhir, kita bisa mengatakan “berbahagialah mereka yang mendengarkan sabda bahagia ini dan melaksanakannya”. Tidak semua orang mampu dan bisa mendengarnya. Kita sebagai orang Kristiani, bersyukur membaca, mempunyai, dan merenungkan sabda bahagia ini. Kita selalu mempunyai pengharapan akan ‘indah pada waktunya’. Apapun dan bagaimanapun kita, harapan selalu ada dan pasti ada. Yang kita butuhkan adalah membangun kesetiaan yang terus menerus, hari demi hari, saat demi saat, hidup di dalam Kristus, bagi Kristus dan dari Kristus. Semoga dengan demikian pada akhirnya kita mendapat pernyataan dari Kristus “Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga.”

Doa

Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan Bumi Dan akan Yesus Kristus, PutraNya yang tunggal, Tuhan kita Yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh perwan Maria. Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, disalibkan wafat dan dimakamkan, Yang turun ketempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati Yang naik kesurga, duduk disebelah kanan Allah bapa yang Mahakuasa. Dari situ ia kan datang mengadili orang hidup dan mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja katolik yang Kudus, persekutuan para kudus Pengampunan Dosa, Kebangkitan badan, Kehidupan kekal. Amin.

 

259 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *