Menteri Pertanian Ingatkan Upaya Pemerintah Hadapi El Nino dan La Nina

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat meninjau stan-stan produk pangan, Jumat 28 Oktober 2016.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat meninjau stan-stan produk pangan, Jumat 28 Oktober 2016.

BOYOLALI, RADIO SUARA WAJAR — Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengingatkan bagaimana pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menghadapi musibah El Nino dan La Nina selama dua tahun berturut-turut. Kedua fenomena itu sangat mempengaruhi produksi pangan Indonesia.

Amran saat membuka Pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36 di Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat 28 Oktober 2016.

Amran menjelaskan, pemerintah melakukan banyak upaya untuk menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim. Jika tidak bisa mengikuti perubahan alam, Indonesia dapat kehilangan potensi produksi pangan dalam jumlah besar.

Menurut Amran, El Nino 2015 terbesar sepanjang sejarah. Selama 71 tahun, tak ada El Nino seberat itu dengan intensitas 2,44 persen. Sedangkan tahun 1997-1998 hanya 1,9 persen. Indonesia impor beras dua tahun berturut-turut 12 juta ton.

Amran menilai, pemerintah cukup sigap menghadapi El Nino. Buktinya, saat ini Indonesia hanya membutuhkan impor beras untuk cadangan sekitar 1 juta ton.

Sebagai informasi, pembukaan pameran HPS ke-36 juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Perwakilan Food Agriculture Organization (FAO) untuk Indonesia dan Timor Leste Mark Smulders, dan Bupati Boyolali Seno Samodro. Usai pembukaan, mereka mengelilingi area pameran yang diikuti 209 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Pameran HPS ke-36 diselenggarakan pada 28-30 Oktober 2016. Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman diagendakan hadir pada acara puncak pada 29 Oktober 2016.***

Reporter : Robert

 

151 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *