Renungan Harian, Jumat 21 Oktober 2016

Jumat Biasa XXIX

Bacaan: Lukas 12: 54-59

Menilai zaman

12:54 Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. 12:55 Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. 12:56 Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? 12:57 Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? 12:58 Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. 12:59 Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

Renungan

Sebuah peristiwa yang sama pasti akan dipandang berbeda oleh beberapa orang. Misalnya ada sebuah peristiwa kecelakaan dua sepeda motor. Seorang dokter akan melihat bagaimana kondisi orang-orang yang terlibat kecelakaan, mati atau hanya luka parah. Seorang yang bekerja di asuransi akan bereaksi seputar apakah mereka ikut asuransi atau tidak, seberapa besar pihak asuransi harus menanggung biayanya. Seorang copet akan melihat peristiwa itu sebagai kesempatan barang mana yang bisa ia ambil dan bawa pulang. Dan masih ada banyak cara melihat yang lain yang berbeda-beda.

Tidak jarang orang melihat kebenaran dari apa yang terjadi, yang dapat dilihat mata. Sementara ada yang melihat kebenaran itu ada dibalik peristiwa yang terjadi atau terlihat (fenomen). Melihat kebenaran dari apa yang terjadi atau yang terlihat sepertinya bukan perkara yang sulit, seperti melihat mendung pekat dan mengatakan bahwa akan terjadi hujan lebat. Itu adalah kebeneran. Namun tidak jarang bahwa tidak terjadi demikian, itu adalah juga sebuah kebenaran.

Berhadapan dengan orang-orang yang hanya perhatian terhadap peristiwa kasat mata yang terjadi, Yesus mengingatkan bahwa kebenaran dari Allah bukan hanya perkara demikian. Sering kali yang kasat mata itu hendak mengungkapkan apa yang tak kasat mata. Maka kepekaan mata hati jauh lebih diperhatikan dari pada kepekaan mata kepala. Kepekaan mata hati biasanya akan bisa berbicara lebih banyak, lebih luas dan mendalam dari pada apa yang hanya dilihat dengan mata kepala.

Sebagai orang beriman, apa yang kita lihat dengan mata kepala tidak hanya berhenti di kepala, namun perlu menjadi pemikiran hati. Seringkali apa yang tidak masuk diakal akan bisa masuk di hati jika kita mau membawanya pada hati yang berpikir dan berbicara. Dengan pemikiran hati itulah, Tuhan yang berbicara dan Tuhan yang bertindak mampu kita tangkap.

Mari kita mohon rahmat Tuhan agar kita mampu menangkap tanda-tanda dari Tuhan. Dengan menangkap tanda-tanda dari Tuhan, kita mendapat jaminan tidak akan dilemparkan ke dalam penjara. Tentu kita semua tidak berharap akan masuk dalam penjara, apalagi penjara kehidupan. Dalam Kristus, hutang-hutang dan dosa kita sudah dihapus-Nya. Dalam Kristus kita mendapat martaba kebebasan dan diangkat menjadi anak-anak Allah.

Masalahnya adalah apakah kita sudah hidup sesuai dengan martabat itu? Atau justru karena kemampuan kita melihat tanda-tanda jaman, kita tidak hidup dalam keagungan martabat anak-anak Allah? Sering kali justru karena kepekaan mata kepala kita, justru kita menjadi terpenjara dan tidak mengalami kebebasan sejati.

Semoga kita semakin mampu menjadikan mata kepala sejalan dan sepandangan dengan mata hati. Ketika Tuhan datang, kita didapati tetap setia dan waspada untuk ikut dalam perjamuan surgawi.

Doa

Ya Tuhan, semoga kami mampu menggunakan kedua mata kepala kami untuk melihat dan memandang yang baik dan benar. Semoga mata kami memancarkan kebaikan dan kebenaran yang berasal dari padaMu. Ajarilah kami agar kami mampu untuk melihat dengan hati dan budi kami. Amin.

 

175 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *