Pemberkatan Pastoran Unit Pastoral Rumbia

Mgr. Yohanes Harun Yuwono merayakan Ekaristi pembekartan Pastoran Unit Pastoral St. Yohanes Don Bosco Rumbia (Foto: diambil dari akun FB user Veronica)

RADIO SUARA WAJAR – Bertepatan dengan Pesta Santo Lukas, Pengarang Injil, Selasa (18/10/16), Bapak uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono memberkati gedung pasturan Unit Pastoral St.Yohanes Don Bosco, Rumbia. Pada tanggal 11 Agustus 2016 stasi ini telah resmi menjadi Unit Pastoral yang merupakan pemekaran dari Paroki St. Paulus Kota Gajah.

Pemberkatan gedung pasturan yang baru selesai dibangun dengan memakan waktu satu tahun itu diawali dengan perayan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr Yuwono dengan 17 imam sebagai selebran. Dalam homili nya Mgr Yuwono mengingatkan kembali bahwa Allah mencintai bukan saja orang Yahudi tetapi semua orang. Yesus lahir untuk semua orang bukan untuk kelompok tertentu. Semua orang mulia. Semua orang akan duduk bersama Abraham berarti semua orang diselamatkan oleh Allah.

Injil Lukas juga sering disebut sebagai “injil doa” karena banyak sekali menuliskan tentang doa-doa. Juga menggambarkan bagaimana Yesus menjalin relasi yang terus menerus dengan Allah dengan mengambil waktu berbicara dengan Allah di tempat sepi. Sekalipun dalam penderitaan pertama diatas kayu salib, Yesus berdialog dengan Allah agar perutusanNya tidak menyimpang dengan kehendak Allah dan semua itu semata karena kehendak Allah bukannya kehendak diri sendiri.

Lukas itu menekankan bahwa siapa yang ingin menjadi yang terbesar hendaklah engkau menjadi pelayan.Tidak mudah memang. Tidak semua orang mau menjadi pelayan. Melayani bukan untuk menepuk dada menyombongkan diri, tetapi menjadi pelayan bagi orang lain.

Kiranya semangat itu dipelihara dalam diri kita. Begitulah mgr Yuwono menutup homilinya.

Pemberkatan itu dihadiri oleh kurang lebih 1.000 orang umat yang memenuhi gereja dan halaman gereja St. Yohanes Don Bosco. Umat yang hadir berasal dari 25 stasi dari Paroki St Paulus Kota Gajah dan UP Rumbia sendiri. Hadir pula umat dari Metro, Bandar Lampung dan dari beberapa tempat lainnya ikut menyemarakkan “pesta syukur” itu. Dalam suasana sukacita dan kekeluargaan peringatan syukur itu ditutup dengan makan bersama dan saling melepas rindu, berjumpa dengan para imam yang pernah bertugas di Paroki St Paulus Kota Gajah. (ACL)

 

252 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *