Renungan Harian, Sabtu 15 Oktobber 2016

Sabtu Biasa XXVIII, PW. St. Teresia Avilla, Pujangga Gereja

Bacaan: Lukas 12:8-12

12:8 Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. 12:9 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. 12:10 Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. 12:11 Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. 12:12 Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.”

Renungan

Salah satu kata-kata dan sekaligus semangat rohani yang diwariskan oleh St. Teresia Avilla adalah “berdoa itu bukanlah banyaknya berpikir, tetapi berdoa itu banyak mencinta”. Kiranya jelas bagi kita apa yang menjadi kegelisahan St. Teresia. Tidak sedikit dari kita ketika berdoa justru lebih banyak berpikirnya dari pada berdoanya, mulai dari kata-kata apa yang akan diucapkan, sampai dengan seragam baju apa yang sebaiknya saya pakai.

Demikian juga ketika hendak merayakan Ekaristi. Tidak jarang justru selesai Ekaristi orang tidak memperhatikan buah rohani apa yang saya dapat, namun justru hanya berhenti apakah gerak-gerik para petugasnya benar atau salah, apakah koornya menyanyikan dengan benar atau salah. Seorang petugas liturgi dalam Ekaristis lebih fokus berjalan yang benar, sebalah kanan atau kiri dulu yang benar, dari pada mengarahkan hati dan pikirannya pada apa yang dirayakan.

Menggunakan cara pikir St. Teresia, dalam Ekaristi kita justru lebih banyak berpikir dari pada mencinta. Padahal dalam Ekaristi sejatinya kita berdoa dengan cinta dan hati, bukan berdoa dengan pikiran. Meski demikian, Ekaristi yang anggun menjadi keutamaan yang perlu selalu dijaga. Maka persiapan yang baik dan matang menjadi keharusan supaya ketika Ekaristi, pikiran kita tidak hanya tertuju pada benar dan salah dalam gerak gerik. Bukankah jarang sekali ketika Ekaristi, pikiran dan hati kita sungguh Ekaristi??

Dalam perikopa Injil hari ini, Yesus meyakinkan para murid bahwa jika mereka setia kepada Tuhan, mereka tidak perlu kuatir untuk membela diri. Para murid diajak untuk tidak takut untuk berbicara tentang kebenaran. Jika mereka setia pada Tuhan, Roh Kudus sendirilah yang akan menuntun kata-kata mereka. Maka kuatir berkaitan dengan itu hanya terjadi pada mereka yang tidak pernah mengandalkan Tuhan dalam hidupnya.

Mari ketika berdoa, kita sungguh mengandalkan diri pada Tuhan. Ketika berdoa, banyaklah mencinta dari pada banyak berpikir. Dengan demikian, perbuatan cinta yang kita lakukan kepada sesama kita menjadi bagian dari doa kita.

Doa

Ya Tuhan, bantulah kami agar kami mampu untuk sungguh berdoa. Semoga bukan hanya dengan kata-kata indah kami berdoa, namun dengan tindakan cinta kami panjatkan pujian dan hormat kami kepada-Mu. Teguhkan kami untuk mempunyai niat teguh membagikan cinta kepada sesama kami. Amin.

 

184 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *