Renungan Harian, Jumat 14 Oktober 2016

Jumat Biasa XXVIII

Bacaan: Lukas 12:1-7

Pengajaran khusus bagi murid-murid

12:1 Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. 12:2 Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 12:3 Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. 12:4 Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. 12:5 Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! 12:6 Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, 12:7 bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Renungan

Dalam perikopa ini, paling tidak ada dua pokok pengajaran penting yang Yesus ajarkan untuk para murid-Nya. Pertama, para murid diajak untuk menjadi waspada akan macam-macam modus dalam kehidupan, bahkan juga modus-modus dalam kehidupan beriman. Maka dari itu para murid diajak untuk bertindak secara tulus dan benar, tidak perlu berbisik-bisik. Ditutupi seperti apapun, sebuah bangkai akan berbau juga. Jika kebaikan dan kebenaran yang diberitakan, maka tidak perlu ditutup-tutupi dan disembunyikan. Yang baik dan benarlah yang pada akhirnya akan menjadi pemenang.

Kedua, Yesus mengajar para murid supaya jangan takut terhadap mereka yang tidak berkuasa atas hidup. Hidup ini berasal dari Tuhan dan akan kembali kepadanya. Yang dimaksud hidup adalah tubuh, jiwa dan roh. Maka Yesus mengajak para murid untuk mampu membedakan hal itu. Terhadap mereka yang hanya mampu melukai tubuh, Yesus mengajak para murid untuk tidak takut. Namun terhadap Dia yang mempunyai tubuh dan roh, para murid diajak untuk memperhitungkannya juga.

Dua pengajaran yang sangat berhubungan erat dan satu sama lain mempunyai kaitan yang sangat jelas. Orang yang suka berbohong dalam hidupnya pasti akan penuh ketakutan dan kekuatiran. Sekaya apapun orang itu, jika hidupnya penuh kepalsuan, rekayasa, dan modus, ia tidak mengalami ketenangan. Sebaliknya, orang yang tidak mempunyai harta benda melimpah namun hidupnya baik dan benar, akan jauh lebih mengalami sukacita dan damai.

Sebagai orang Kristiani, kita diajak untuk berlaku yang tulus dan benar. Jika kita berbuat demikian, maka kita tidak perlu takut akan bermacam-macam hal. Kita bisa melihat ada contoh-contoh dalam kehidupan ini orang-orang yang berbicara tentang kebenaran dan perbuatannya tulus tanpa modus. Meski banyak perlawanan, hidupnya tenang-tenang dan damai. Namun demikian, kita harus selalu sadar, tidak mudah berlaku demikian. Ada banyak godaan dan ancaman yang siap menghujam kita setiap saat. Namun jika kita berlaku seperti yang Tuhan kehendaki, Tuhan tidak akan tinggal diam. Kita serahkan ketakutan kita kedalam tangan-Nya.

Doa

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk mampu menyelaraskan hati, pikiran, dan perkataan kami. Semoga dengan demikian kami mampu menjadi semakin tulus dan murni menjadi murid-Mu. Ajarilah kami agar kami mampu juga menjadi perkataan dan tindakan, serta sikap kami, supaya semakin menyerupai seperti yang Engkau kehendaki. Amin.

 

169 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *