BI Lampung : Biaya Pendidikan di Kota Tapis Berseri Dorong Inflasi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Arief Hartawan (tengah). Foto : Robert

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Arief Hartawan (tengah). Foto : Robert

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Tingginya Inflasi pada September 2016 yang cukup tinggi di Provinsi Lampung akibat kenaikan biaya pendidikan di Kota Bandar Lampung. Kenaikan ini terjadi dihampir semua tingkat pendidikan, dengan kenaikan terbesar pada perguruan tinggi.

Demikian dibeberkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Arief Hartawan di Bandar Lampung, Rabu 05 Oktober 2016.

“Sementara itu, kelompok administered price (AP) di Provinsi Lampung mencatat inflasi sebesar 0,29 persen (mtm), yang terutama karena kenaikanharga rokok,” kata Arief Hartawan.

Namun demikian, menurut Arief Hartawan, tekanan inflasi yang lebih tinggi di Provinsi Lampung dapat diredam karena pada saat yang sama kelompok pangan masih mengalami deflasi sebasar minus 0,26 persen.

“Dengan perkembangan ini, inflasi IHK Provinsi Lampung secara tahunan tercatat 2,46 persen, dan secara kumulatif sembilan bulan pertama di 2016 inflasi masih cukup rendah, yakni sebesar 1,19 persen,” pungkanya.

Menurutnya kelompok bahan makanan deflasi yang cukup dalam terjadi pada penurunan harga komoditas bawang merah, cabai rawit, dan elur ayam ras.

“Hal itu, sejalan dengan hasil survei pemantauan harga yang dilakukan oleh BI Lampung, dimana faktor penyebab penurunan harga beberapa komoditas pangan terutama karena musim panen sehingga menyebabkan peningkatan pasokan,” jelasnya.***

Reporter : Robert

226 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *