Renungan Harian, Rabu 28 September 2016

Ilustrasi Sang Pembajak

Rabu Biasa XXVI

Bacaan: Lukas 9:57-62

Hal mengikut Yesus

9:57 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” 9:58 Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” 9:59 Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” 9:60 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.” 9:61 Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” 9:62 Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Renungan

Menjadi murid Yesus adalah sebuah panggilan jiwa. Menjadi murid-Nya itu gampang-gampang susah. Demikian juga menjadi orang Kristiani itu merupakan sebuah panggilan. Panggilan itu antara susah-susah gampang. Siapa yang sungguh sadar hendak menjadi Kristiani, pasti akan mengalami sukacita yang mendalam, yang timbul dari dalam diri. Militansi iman akan menjadi bagian dari hidupnya. Semangat hidup sebagai orang Kristiani akan sangat tampak dan berbuah. Apa yang diperjuangkannya adalah nilai-nilai Kristiani. Ia tidak takut terhadap banyak tantangan karena imannya.

Namun siapa yang hanya ikut-ikutan atau hanya terima nasib, Kristianitas menjadi hambatan dalam banyak hal. Misalnya dalam berkarir, biasanya orang Kristen akan susah untuk naik pangkat. Biasanya akar-akar dan nilai-nilai Kristiani tidak tertanam kuat dalam dirinya. Karena alasan jabatan, orang dengan mudah meninggalkan komunitas Kristianinya. Karena alasan keselamatan keluarganya, seorang Kristiani bisa dengan mudah mengubah status agama dalam KTPnya dan dalam kartu keluarganya.

Demikianlah jadinya bahwa menjadi orang Kristen itu gampang-gampang susah. Secara sosial mungkin terlihat banyak susahnya, karir tidak cepat menanjak, relasi sosial menjadi canggung, hidupnya hanya dalam kelompok kecil saja. Maka setiap orang Kristiani dipanggil untuk menjadi orang yang berkualitas, baik secara sosial maupun secara keimanan. Jika tidak mempunyai standar-standar kulaitas, maka dengan mudah orang-orang Kristiani akan menjadi yang terbelakang dalam segala aspek kehidupan.

Dalam perikopa hari ini, ada tiga jenis orang Kristiani. Pertama, mereka adalah golongan yang menggebu-gebu hendak mengikuti Yesus tanpa pikir panjang. Pokoknya mengikuti begitu saja, meskipun mereka tidak tahu persis apa dan siapa yang diikuti dan bagaimana kedepannya. Terhadap yang demikian Yesus mengingatkan bahwa menjadi murid-Nya berarti harus siap untuk menerima berbagai resiko yang mungkin. Apakah siap? Maka harus dipikirkan secara mendalam untuk menjadi murid-Nya.

Kedua, adalah mereka yang dipanggil namun menolak panggilan itu. Terhadap yang demikian, Yesus mengingatkan bahwa kekuatiran dan kecemasan justru akan membunuhnya. Menjadi pewarta kabar keselamatan tidak mungkin dalam suasana kematian. Justru kabar sukacita itu harus membawa keselamatan dan kehidupan yang menggembirakan. Ketiga, adalah mereka yang tidak menolak namun juga tidan menerima dengan jelas panggilan itu. Mereka mau ikut, namun ada ‘tapi’ nya yang mengikuti dibelakang kesanggupannya. Terhadap yang demikian, Yesus mengingatkan bahwa keterarahan yang fokus menjadi bagian penting ketika menjadi pewarta kabar keselamatan. Tolah-toleh dan belak-belok menandakan kebimbangan dan keraguan. Kerajaan Allah merupakan sebuah kepastian, namun bagaimana mungkin yang hendak menuju kesana justru tidak mengalami kepastian?

Termasuk yang manakah kita? Yang grusa-grusu dan spontan? Yang menolak? Atau yang bimbang dan ragu?

Hari ini kita diajak untuk semakin meneguhkan Kekristenan kita. Sebagai orang Kristen, masih kah kita mempunyai jalan yang tidak Kristiani?

Doa

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk mengerti sabda-Mu setiap hari. Semoga kami semakin mampu membangun komitmen sebagai murid-murid-Mu. Ajarilah kami agar kami mampu menjadi orang-orang Kristen yang Kristiani. Semoga dengan demikian, kami menjadi saluran rahmat keselamatan bagai banyak orang. Amin.

 

197 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *