BI Lampung Imbau Masyarakat Waspada akan Penipuan Janji Pelunasan Kredit

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Lampung Arief Hartawan saat press conference di hadapan sejumlah awak media, OJK, dan Perbankan di kantornya, Selasa 20 September 2016.
Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Lampung Arief Hartawan saat press conference di hadapan sejumlah awak media, OJK, dan Perbankan di kantornya, Selasa 20 September 2016.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Menyadari adanya modus penipuan janji pelunasan kredit oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, Bank Indonesia (BI) Lampung mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap penawaran atau ajakan dari pihak manapun.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Lampung Arief Hartawan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 20 September 2016, mengungkapkan beberapa modus penipuan yang terjadi sebagai berikut:

  1. Pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut mengatasnamakan negara, lembaga negara, dan/atau lembaga internasional tertentu;
  2. Pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut menjanjikan pelunasan kredit dan ajakan untuk tidak membayar utang ke bank-bank, perusahaan pembiayaan maupun lembaga jasa keuangan lainnya;
  3. Melalui debitur yang mengalami permasalahan kredit, dijanjikan akan dilunasi hutangnya dengan jaminan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau Surat Berharga lainnya yang dimiliki oleh pihak tersebut.
  4. Dalam beberapa kasus ditemukan informasi bahwa pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut meminta debitur bermasalah untuk membayarkan sejumlah uang sebagai biaya administrasi penyelesaian utang atau biaya administrasi keanggotaan dengan jumlah nominal tertentu (contoh: di wilayah Cirebon berkisar antara Rp300.000,00 s.d. Rp500.000,00). Pada kasus yang lain, mereka tidak memungut biaya, namun meminta seluruh data pribadi nasabah termasuk data keuangan, KTP, data perusahaan, dll. yang dikhawatirkan dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
  5. Dalam beberapa kasus di daerah lain diperoleh informasi bahwa pihak dimaksud juga meminta debitur bermasalah untuk mencari debitur lainnya untuk diajak bergabung. Pada banyak kasus yang terjadi, mereka biasanya beroperasi di daerah pelosok yang jauh dari pusat aktivitas bisnis maupun pemerintahan.
  6. Dalam menjalankan aksi penipuannya, pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut menyatakan bahwa utang rakyat Indonesia telah dilunasi melalui pembayaran nontunai kepada Bank Indonesia dan 6 (enam) bank, yakni BCA, BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Danamon, dan CIMB Niaga.

Sehubungan dengan hal tersebut KpwBI Lampung menginformasikan bahwa :

  1. Informasi bahwa ada janji pelunasan kredit dengan jaminan Sertifikat Bank Indonesia sebagaimana yang disampaikan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab adalah tidak benar dan merupakan tindakan penipuan dan tindakan penyalahgunaan nama Bank Indonesia.
  2. Terkait dengan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) / Surat Berharga lainnya yang diduga dikeluarkan oleh Bank Indonesia, dengan ini kami sampaikan bahwa Sertifikat Bank Indonesia (SBI) / Surat Berharga lainnya tersebut palsu. Dalam beberapa tahun terakhir ini Bank Indonesia menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia dalam bentuk tidak tercetak (paperless).
  3. Bank Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap pihak-pihak yang dirugikan berkaitan dengan hal tersebut.
  4. Kepada lembaga keuangan yang ada di Provinsi Lampung agar lebih meningkatkan kehati-hatiannya apabila ada pihak-pihak yang diduga tidak bertanggungjawab untuk melakukan foto bersama yang bisa dipandang sebagai bentuk dukungan kepada pihak tersebut atau disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan.
  5. Selanjutnya, untuk menghindari risiko atas hal-hal yang tidak diinginkan, apabila diperlukan kepada masyarakat yang mendapat penawaran seperti tersebut di atas agar dapat mengkonfirmasikan terlebih dahulu kepada Departemen Komunikasi Bank Indonesia melalui nomor telepon (021) 131; faks (021) 386-4884 atau e-mail: bicara@bi.go.id.***

Reporter : Robert

251 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *