Misa Dibubarkan Paksa

Ilustrasi Gereja St. Petrus Purwosari, Solo

RADIO SUARA WAJAR – Sebuah insiden tidak mengenakkan terjadi di tlatah Paroki St. Petrus di Purwosari, Surakarta (Solo), Jawa Tengah, seperti diberitakan www.sesawi.net oleh Mathias Hariyadi pada 8 

Hari Selasa malam tanggal 6 September 2016 menjelang petang di jantung Kodya Surakarta, Romo Andrianus Sulistiyono MSF memimpin perayaan ekaristi atas undangan seorang keluarga katolik untuk memule (mendoakan arwah) Peringatan 1.000 Hari meninggalnya salah satu umat Paroki St. Petrus Purwosari.

Untuk bisa menampung lebih banyak umat dan undangan lain yang tidak katolik, perayaan ekaristi tidak diselenggarakan di rumah umat, melainkan di balai pendopo kelurahan. Izin resmi telah diberikan oleh Lurah Penumping yang memperbolehkan perayaan misa di situ.  Apalagi kegiatan doa memule orang yang sudah meninggal 1.000 hari itu termasuk acara yang lazim diadakan oleh masyarakat Jawa di mana pun dengan target audiens yang beragam pula.

Diganggu oleh dua provokator

Misa arwah dengan intensi memule orang yang sudah meninggal 1.000 hari lalu itu awalnya berjalan sangat lancar. Namun, memasuki tahapan homily, di luaran pendopo ada dua orang provokator yang mulai berteriak-teriak memprotes agar misa segera dihentikan.

Aparat Linmas dari kelurahan mencoba menenangkan kedua provokator tersebut sehingga akhirnya mereka berdua segera meninggalkan lokasi.

Misa pun berjalan  sesuai ritual selanjutnya. Salah seorang warga Paroki St. Petrus Purwosari yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa usai pembagian komuni sebelum doa penutup dan pemberian berkat pengutusan, kedua provokator itu kembali datang ke lokasi dengan membawa lebih banyak orang.

Jumlahnya tidak banyak. Sekitar 20-an orang saja dan mereka menganggu jalannya misa dengan berteriak-teriak keras meminta agar misa dihentikan.

Protes itu dilakukan karena mereka ‘tidak terima’ tempat umum seperti pendopo kelurahan dipakai sebagai tempat ibadat.

Karena situasinya menjadi sangat tidak kondusif, maka anak-anak pun menjadi histeris karena kaget mengalami hal-hal yang tidak diduga.

Akhirnya diputuskan misa diakhiri pada tahapan menjelang doa penutup dan doa pengutusan. Sementara itu, romo Andrianus Sulistiyono dievakuasi bersama prodiakon dengan cara melompat jendela ke salah satu ruangan di pendopo.

Pendopo Kelurahan Penumping di Kodya Surakarta ini berlokasi persis di belakang Loji Gandrung –rumah dinas Walikota Solo FX “Rudy” Hadi Rudyatmo.

 

366 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *