PLN Lampung Janji Listrik Normal Kembali Mulai Senin

pln_20151118_110335RADIO SUARA WAJAR – PT PLN Distribusi Lampung menyatakan terjadi gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan 3 sejak Kamis (25/8) lalu. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya pemadaman bergilir dalam beberapa hari terakhir.

“Ya memang sejak kemarin telah terjadi gangguan pada PLTU Tarahan 3 yang disebabkan ada kerusakaan pada pipa boiler,” ungkap Deputi Manajer Hukum & Humas PT PLN (Persero) Distribusi Lampung I Ketut Darpa, seperti dilansir tribunnews.com, Jumat (26/8).

Akibat gangguan tersebut, wilayah Lampung mengalami defisit daya, sehingga terpaksa dilaksanakan pemadaman bergilir. Perkiraan defisit mencapai 70 MW. Namun, semua tergantung besaran pemakaian listrik pada beban puncak.

“Kalau tadi malam saja besaran defisitnya mencapai 50-an MW. Jadi besaran itu fluktuaktif, tergantung besaran beban puncaknya,” terangnya.

Ketut menerangkan, pemadaman listrik biasanya terjadi pada beban puncak, dengan durasi maksimal mencapai hingga tiga jam. Terkait persoalan tersebut, PLN sedang berupaya keras memperbaiki gangguan tersebut sehingga kondisi listrik dapat kembali normal.

“Perkiraan waktu perbaikan selama empat hari. Untuk informasi pemadaman bisa dilihat pada laman www.pln.co.id/lampung dalam info pemeliharaan. jika tidak ada kendala, hari Senin (29/8), kondisi kelistrikan sudah kembali normal,” tandasnya.

Pada tahun 2016, daya mampu pembangkit Lampung dan transfer dari Sumatera Selatan dalam kondisi normal rata-rata sekitar 886,8 MW.

Sementara beban puncak tertinggi yang pernah tercapai sebesar 878 MW, sehingga pada kondisi normal terdapat surplus sebesar 8 MW.

“Namun, apabila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, cadangan daya yang dimiliki Lampung mengalami peningkatan. Meningkatnya cadangan daya sejalan telah beroperasinya PLTMG Sutami 30 MW dan PLTU Sebalang Unit 1 dan 2 masing-masing 55 MW,” tutur Ketut.

Supaya pasokan listrik Lampung baik, sambung Ketut, perlu adanya cadangan minimal sebesar pembangkit terbesar di Lampung, yaitu 100 MW. Untuk mencapai keandalan yang cukup, dibutuhkan cadangan pembangkit sebesar 30 persen dari beban puncak atau sekitar 263 MW.

“Kondisi tersebut sesuai dengan RUPTL yang ditetapkan akan tercapai sekitar tahun 2019,” pungkasnya.

 

243 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *