Atlet Lampung di Kancah Dunia

20160825angkat_besi_1

Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni dua atlet angkat besi asal Lampung jebolan Padepokan Gajah Lampung di Pringsewu yang berprestasi di Olimpiade Brasil 2016. (Foto: Antara Foto/Lucky R)

RADIO SUARA WAJAR – Empat atlet Indonesia peraih medali Olimpiade Brasil mendapatkan apresiasi dari pemerintah sekembalinya ke Tanah Air.

Indonesia mengumpulkan 3 medali hasil Olimpiade Rio de Janeiro Brasil itu, yaitu satu emas dari ganda campuran bulu tangkis Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, dan masing-masing satu perak dari cabang angkat besi yaitu Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni, dua atlet asal Lampung yang juga jebolan Padepokan Gajah Lampung binaan Imron Rosadi di Kabupaten Pringsewu  hingga kini terus mencetak atlet angkat besi yang ditempa dengan keras setiap hari.

Penghargaan untuk empat atlet peraih medali Olimpiade Brasil itu diberikan pemerintah, setelah disambut hangat kedatangannya di Tanah Air, melalui arak-arakan ke kantor Kemenpora dan sehari berikutnya diterima Presiden Jokowi di Istana Presiden di Jakarta. Mereka pun mendapatkan bonus masing-masing Rp5 miliar untuk peraih emas (Tontowi dan Liliyana) serta Rp2 miliar untuk peraih perak (Sri Wahyuni dan Eko Yuli) tanpa potongan pajak, selain bonus tambahan rumah tinggal dan tunjangan hidup diberikan setiap bulan seumur hidup mereka.

Atlet asal Lampung kembali berkiprah di kancah kompetisi olahraga dunia, di tengah keterbatasan fasilitas berlatih dan masih minim dukungan pembinaan yang diperlukan mereka. Setidaknya Lampung ikut menyumbang atlet berprestasi untuk beberapa cabang olahraga, selain angkat besi/angkat berat, juga dari panahan dan sedikit cabang olahraga lain yang masih sebatas berprestasi di tingkat nasional.

Sang Merah Putih dikibarkan dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan di Olimpiade Brasil oleh para atlet bulu tangkis dan angkat besi Indonesia

Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan meraih medali perak pada kelas 62 kg, hanya terpaut 6 kg dari atlet dari Kolombia Oscar Figueroa yang berhasil meraih medali emas. Sedangkan atlet angkat besi perempuan Sri Wahyuni di kelas 48 kg juga sebelumnya telah meraih medali perak angkat besi Olimpiade Brasil itu. Diketahui Eko dan Sri Wahyuni lahir di Provinsi Lampung dan telah ditempa pada Padepokan Gajah Lampung binaan Imron Rosadi di Kabupaten Pringsewu.

Baik Eko maupun Sri Wahyuni sebelumnya telah pula meraih sejumlah prestasi di tingkat dunia, bahkan Eko dalam beberapa kali olimpiade sebelumnya juga mampu meraih medali untuk kontingen Indonesia, selain berprestasi pula pada ajang SEA Games maupun Asian Games.

Atas keberhasilan itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi segera memusatkan pelatihan cabang-cabang olahraga yang dianggap potensial dan mampu mencetak prestasi di olimpiade akan dipusatkan di Cibubur, Jakarta Timur.

“Saya sudah mempercepat pengambilan keputusan, beberapa cabang olahraga seperti angkat besi, panahan, dan cabang olahraga lainnya kami akan memindahkan ke Cibubur karena kami punya ‘olimpic center’, pelatnas di sana,” kata Imam Nahrawi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, seperti dilansir antaranews.com, Rabu (24/8).

Ia mengatakan berbagai fasilitas pelatihan, tempat tinggal, sampai dokter dan fasilitas pendukung lainnya, sudah disiapkan di Olimpic Center Cibubur. Ia mengaku telah menerima perintah dan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memprioritaskan pembinaan terhadap cabang olahraga yang potensial mendapatkan medali di olimpiade. Nahrawi mengatakan hal itu tidak boleh ditunda lagi dan harus sesegera mungkin dilaksanakan.

Dalam perjuangan meraih prestasi olahraga terbaik itu, para atlet asal Lampung juga diharapkan memberikan kontribusinya, sehingga sejak awal perhatian dan pembinaan terhadap para atlet muda di daerah ini, khususnya pada cabang olahraga yang potensial berprestasi dan meraih medali seperti pada Pekan Olahraga Nasional (PON) perlu lebih ditingkatkan lagi.

Berkaitan itu, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menjelang keberangkatan kontingen Lampung menuju PON XIX di Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/8) berjanji akan lebih memperhatikan nasib atlet berprestasi dari daerah ini. Pemerintah Provinsi Lampung, menurut Gubernur Ridho, akan memberikan bonus Rp200 juta bagi atlet Lampung peraih medali emas PON Jabar itu, peraih perak diberi bonus Rp75 juta, dan perunggu Rp30 juta. Atlet berprestasi itu juga akan diupayakan bisa diangkat menjadi PNS.

Menurut Ridho, para atlet Lampung itu bertanding membawa nama Provinsi Lampung, sehingga pantas mendapatkan penghargaan yang tinggi, sehingga prestasinya juga ditunggu dan diharapkan oleh masyarakat Lampung.

Hasil yang dicapai atlet Indonesia, termasuk yang berasal dari Lampung, pada ajang Olimpiade Brasil membuktikan pula bahwa selain penghargaan berupa materi yang akan terus berdatangan, prestasi puncak yang diraih juga layak menerima predikat sebagai “Pahlawan Olahraga Nasional” sebagai penghargaan tak ternilai harganya bagi atlet bersangkutan.

 

250 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *