Kios PKL Batu Akik PKOR Way Halim Bandar Lampung Diresmikan

Wakil Gubernur Bachtiar Basri pada acara peresmian Kios PKL Batu Akik PKOR Way Halim Bandar Lampung, Senin 15 Agustus 2016.
Wakil Gubernur Bachtiar Basri pada acara peresmian Kios PKL Batu Akik PKOR Way Halim Bandar Lampung, Senin 15 Agustus 2016.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Wakil Gubernur Bachtiar Basri menilai pedagang kaki lima (PKL) mampu sebagai kekuatan ekonomi khususnya dalam mendorong pembangunan perkotaan.

Pemerintah Daerah kabupaten/kota, serta swasta harus senantiasa aktif dan mendukung melalui program coorporate social responsibility (CSR).

“Kegiatan penataan lokasi PKL juga perlu diikuti dengan pemberian bantuan dan program yang bersifat pemberdayaan. Sehingga mereka dapat terus tumbuh dan berkembang mulai dari mikro menjadi perusahaan kecil, menengah dan seterusnya,” ujar Wakil Gubernur Bachtiar Basri.

Hal itu diutarakannya saat menghadiri peresmian Kios PKL Batu Akik PKOR Way Halim Bandar Lampung, Senin 15 Agustus 2016.

Dikatakan Wagub, sebagai langkah konkrit untuk mengimplementasikan penataan dan pemberdayaan PKL di daerah telah diterbitkan kebijakan yang lebih menyentuh PKL, yakni PERMENDAGRI No. 41 tahun 2012.

“Berisi tentang Pedoman Penatan dan Pemberdayaan PKL dan bahkan diterbitkan PERPRES No. 125 Tahun 2012 yang merupakan pedoman bagi kementerian/lembaga dan seluruh Pemda Provinsi dan kabupaten/kota dalam penataan dan pemberdayaan PKL,” ujarnya.

Berdasarkan Perpres tersebut, menurut Wagub, maka koordinasi penataan dan pemberdayaan PKL diatur secara berjenjang, mulai dari tingkat Pemprov dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Dengan landasaan hukum tersebut dikatakan Bachtiar Basri, dapat menciptakan sinergi program untuk meningkatkan perekonomian pada PKL sekaligus penataan lingkungan perkotaan karena dengan kreatifitas yang tumbuh dari para PKL tentunya makin banyak sektor yang akan tersentuh.

“Untuk itu saya bangga dan mengapresiasi Menteri Koperasi dan UKM RI yang telah memberikan sarana usaha kios yang telah dibangun ini. Semoga dimanfaatkan dengan baik. Kepada pengrajin Batu Akik agar menjaga kebersihan, keindahan dan ketertiban serta menjaga koordinasi dan kerjasama yang telah terbina selama ini. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu Direktur Layanan UMKM Kementerian Koperasi Republik Indonesia A. Zabadi mengatakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah 99,9 persen adalah penggerak ekonomi Nasional.

Pemberian kesempatan, pemerataan, dan pembinaan terhadap pelaku UMKM menurut A. Zabadi adalah sebuah keharusan.

Dalam hal pembiayaan, dijelaskan A. Zabadi, Pemerintah menekan bunga pinjaman untuk para pelaku UMKM dan diharapkan ditahun 2017 hingga 7 persen. Pagu pinjaman dalam hal bantuan pendanaan modal untuk UMKM cukup besar mencapai 100 Triliun – 120 Triliun. Sehingga geliat para pelaku usaha, ekonomi kreatif lebih bisa optimal.

“UMKM siap menghadapi MEA, namun pola pikir anak bangsa kita yang lainnya harus kita rubah. Kita harus lebih bangga terhadap produk Dalam Negeri. Dengan kita menggunakan produk kreasi anak bangsa, maka kita sudah menyelamatkan prekonomian Indonesia,” kata Direktur.

Diinformasikan Kabag Humas Biro Humas dan Protokol Heriyansyah, acara ini turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Budiharto, Kadis Koperasi dan UMKM, Ketua OJK dan tamu undangan lainnya.***

Reporter : Robert

217 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *