Gubernur Lampung terima penghargaan Kamabida Peduli

Presiden Joko Widodo saat menyerahkan penghargaan Kamabida Peduli kepada Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo pada acara Peringatan Hari Pramuka ke-55 dan Pembukaan Jambore Nasional Ke-X Tahun 2016 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Minggu 14 Agustus 2016.
Presiden Joko Widodo saat menyerahkan penghargaan Kamabida Peduli kepada Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo pada acara Peringatan Hari Pramuka ke-55 dan Pembukaan Jambore Nasional Ke-X Tahun 2016 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Minggu 14 Agustus 2016.

CIBUBUR, RADIO SUARA WAJAR — M. Ridho Ficardo menjadi satu dari tiga gubernur lain di Indonesia yang menerima penghargaan sebagai Kamabida Peduli. Penghargaan ini diberikan kepada sosok kepala daerah yang karena jasa dan perannya menjaga eksistensi Gerakan Pramuka di daerahnya.

Selain Gubernur Lampung, Penghargaan Kamabida Peduli ini diberikan juga kepada Gubernur Banten Rano Karno dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambire.

Pada kesempatan ini juga, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri memperoleh penghargaan Lencana Melati. Lencana ini diberikan kepada tokoh penggiat Gerakan Pramuka yang telah mengabdikan jasanya lebih dari lima belas tahun.

Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada acara Peringatan Hari Pramuka ke-55 dan Pembukaan Jambore Nasional Ke-X Tahun 2016 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Minggu 14 Agustus 2016.

Pada wawancaranya usai menerima penghargaan, Gubernur Lampung menyatakan komitmennya untuk terus memberi perhatian khusus untuk gerakan pramuka di wilayahnya.

“Kami dari jajaran Majelis Pembimbing Daerah Provinsi Lampung akan terus memberikan dukungan dan memperkuat kwartir, serta meningkatkan kapasitas kwartir agar bisa berkegiatan dengan daya jangkau kepada anak-anak dan kaum muda secara lebih luas lagi,” ujarnya.

Dukungan penuh terhadap gerakan pramuka Lampung ini dikatakan Gubernur, untuk mencegah generasi muda dari kegiatan negatif yang merugikan kelangsungan masa depan, seperti narkoba salah satunya.

Gubernur mengatakan gerakan pramuka sebagai salah satu sarana untuk pembentukan generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing tinggi.

“Gerakan pramuka sebagai sarana untuk mempersiapkan tunas-tunas bangsa kita yang ada di Provinsi Lampung dalam menghadapi masa depan mereka. Provinsi Lampung memiliki wilayah yang luas bagi mereka untuk mereka berkegiatan kepramukaan dengan mengembangkan semua potensi daerah”, jelas Gubernur.

Disinggung terkait wacana Lampung menjadi salah satu kandidat pelaksanaan Jambore Nasional ke-Tahun 2021, Kamabida Gerakan Pramuka Provinsi Lampung ini menegaskan kesiapannya.

“Kalau itu menjadi keputusan di tingkatan rapat nasional, kita akan persiapkan sebaik mungkin karena mengingat waktunya masih cukup panjang, kita akan siapkan utamanya adalah persiapan pada campign ground serta fasilitas infrastruktur pendamping lainnya yang mendukung kegiatan Jambore Nasional nantinya,” urainya.

Sebagaimana diketahui, pada peringatan Hari Pramuka ke-55 sekaligus membuka Jambore Nasional X 2016 ini Presiden Republik Indonesia Joko Widodo selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka memimpin upacara. Presiden menyampaikan sambutan di hadapan 25.000 pramuka penggalang dari 34 Provinsi di Indonesia dan 225 peserta dari luar negeri.

Pada upacara pembukaan ini, diberikan juga penghargaan kepada 38 tokoh yang berkontribusi terhadap pengembangan dan kemajuan Gerakan Pramuka. Acara itu juga dimeriahkan dengan pemecahan rekor MURI dalam bentuk penerbangan 1000 chuck glider oleh peserta Jambore Nasional (Jamnas).

Sementara itu, menurut Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault, Jamnas merupakan perekat generasi muda Indonesia.

“Mereka datang dari seluruh penjuru Nusantara demi menjalin persahabatan, persaudaraan, dan bertukar pengalaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Di masa yang akan datang, merekalah yang akan memegang tampuk kepemimpinan bangsa ini,” ungkapnya.

Selain Presiden, pembukaan Jamnas ini juga dihadiri beberapa tokoh nasional, pejabat negara, dan kepala daerah. Di antaranya, Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Menko PMK Puan Maharani, Menpora Imam Nahrawi, Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, kepala daerah, dan pimpinan kepanduan dari negara-negara ASEAN.

Jambore Nasional X merupakan event lima tahunan anggota Pramuka Penggalang se-Indonesia sebagai wahana untuk merajut persaudaraan dan persahabatan. Selain kegiatan-kegiatan bersifat fun, peserta Jambore juga melakukan kegiatan sosial, kesukarelawanan, kunjungan ke berbagai instansi pemerintahan, dan lain-lain.***

Reporter : Robert

369 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *