Renungan Harian, Sabtu 13 Agustus 2016

Sabtu Biasa XIX

Bacaan: Matius 19:13-15

Yesus memberkati anak-anak

19:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. 19:14 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” 19:15 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

Renungan

Dalam sebuah keluarga, ada tradisi sederhana yang menarik jika kita renungkan lebih dalam. Masih ada banyak keluarga, jika anak mereka hendak pergi, entah ke sekolah, kerja atau hendak pergi jauh, orang tua memberikan tanda salib di dahi. Mungkin dulu waktu kecil kita masih mengalami itu, orang tua kita memberikan tanda salib di dahi. Itu berarti orang tua menyertai kepergian anak-anaknya dengan sebuah berkat, berkat yang dimohonkan dari Kristus sendiri. Juga sering kita lihat diantara suami istri saling memberikan berkat.

Memberikan tanda salib di dahi merupakan tindakan yang sangat sederhana, tidak memerlukan waktu lebih dari 5 detik, tidak perlu mengeluarkan biasa sepeserpun. Namun tindakan itu mempunyai makna yang mendalam, menunjukkan iman yang sungguh hidup dalam sebuah keluarga. Orang tua menurunkan berkat atas anak-anaknya. Anak-anak menjalankan tugas hariannya disertai dengan doa dari orang tua. Orang tua senantiasa hadir dalam diri mereka, menyertai dan mengingatkan mereka. Lebih dari itu, Kristus sendiri hadir dan mendampingi mereka.

Hari ini Yesus membiarkan anak-anak datang kepada-Nya dan Ia memberkati mereka. Dimanapun hadir, Yesus selalu membawa dan memberikan berkat bagi orang-orang yang Ia jumpai. Pada perikopa ini, tindakan sederhana yang dilakukan oleh Yesus adalah dengan meletakkan tangan mereka atas anak-anak. Meletakkan tangan menjadi tanda penyaluran berkat dalam tradisi kita.

Anggota tubuh yang secara konkret menunjukkan menerima atau memberi sesuatu adalah tangan. Maka mengulurkan tangan menjadi tindakan khas dalam memberikan berkat bagi orang lain. Yesuspun mengulurkan tangan dan memberi berkat.

Meneladan Yesus yang menerima anak-anak dan memberkati mereka, mari kita juga bertindak seperti Yesus. Ketika berjumpa dengan anak, kita memberi berkat kepada mereka. Misalnya kepada anak dari saudara kita, atau anak-anak yang kita kenal dan jumpai. Selama ini yang terjadi adalah ketika ekaristi, anak-anak mempunyai waktu khusus untuk menerima berkat dari romo. Pertanyaannya adalah apakah orang tua juga memberikan berkat kepada anak-anak mereka? Rasa baik juga ketika keluar dari Gereja, orang-orang tua saling memberikan berkat kepada anak-anak. Mungkin rasanya aneh, tetapi apa salahnya jika mulai dicoba.

Doa

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk berani membagikan berkat kepada orang-orang yang ada di sekitar kami. Semoga kami mau peduli terhadap sesama kami, terlebih bagi mereka yang tidak diperhitungkan dalam lingkungan masyarakat. Tuhan, berkatilah kami dan seluruh anggota keluarga kami. Amin.

 

394 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *