Gubernur Lampung meminta keluarga bisa menjadi fungsi pencegah bahaya narkoba

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo (tengah), Bupati Pringsewu Sujdi (kiri) dan Kepala BKKBN pusat Surya Chandra  (kanan) pada Puncak peringatan Harganas tingkat Provinsi Lampung ke-23  di Kabupaten Pringsewu, Jumat 12 Agustus 2016.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo (tengah), Bupati Pringsewu Sujdi (kiri) dan Kepala BKKBN pusat Surya Chandra (kanan) pada Puncak peringatan Harganas tingkat Provinsi Lampung ke-23 di Kabupaten Pringsewu, Jumat 12 Agustus 2016.

PRINGSEWU, RADIO SUARA WAJAR — Gubernur Lampung M Ridho Ficardo harapkan Hari Keluarga Nasional menjadi momentum agar keluarga bisa menjadi fungsi pencegah bahaya narkoba, dan menjadi lini terdepan pembentukan karakter anak-anak bangsa.

Hal tersebut disampaikannya pada Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Provinsi Lampung ke-23 yang dipusatkan di Kabupaten Pringsewu, Jumat 12 Agustus 2016.

“Salah satu fungsi keluarga adalah untuk pencegahan terhadap pengaruh buruk. Seperti pencegahan bahaya narkoba yang semakin mengkhawatirkan. Membangun Indonesia seutuhnya bergantung pada keluarga, untuk itulah Hari Keluarga selalu diperingati,” ujar Ridho

Lampung, menurutnya, sangat tinggi ancaman bahaya narkoba. Sehingga dia berharap keluarga bisa lebih jauh memperhatikan anak-anaknya. Apa lagi diprediksi Indonesia khususnya Lampung akan mengalami bonus demografi, dimana angkatan produktif akan lebih banyak dari non produktif beberapa tahun kedepan.

Bonus demografi ini merupakan pisau bermata dua, peluang sekaligus tantangan. Bila Lampung bisa membentuk karakter generasi muda yang berdaya saing serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang luas maka itu merupakan batu lompatan untuk kemajuan Lampung.

“Bila sebaliknya anak muda malah terjerumus dalam hal negatif maka menjadi ancaman serius dimana kriminalitas dipastikan akan meningkat,” ujarnya sebagaimana release tertulis yang diterima Radio Suara Wajar dari Tim Media M. Ridho Ficardo petang ini (12/08).

Ia mengharapkan keluarga menanamkan ilmu Agama kepada anak-anak sejak usia dini, karna agama adalah sebuah dasar untuk menjaga keluarga agar lebih mendekatkan diri terhadap Yang Maha Kuasa dan menjauhkan diri dari hal-hal yang negatif.

Ridho menambahkan bahwa pemerintah memang melakukan kebijakan-kebijakan yang bersifat membentuk karakter anak-anak muda agar menjadi generasi yang baik, namun pembentukan secara mendalam dan lebih besar dampaknya adalah melalui keluarga itu sendiri.

“Saya menghimbau untuk kita lebih mawasdiri, terutama memperhatikan keluarga kita sendiri. Karna pemerintah hanya bisa merangkul, namun pembentukan secara mendalam dilakukan oleh keluarga masing-masing,” ujar Ridho.

Pada sambutannya, Gubernur juga melaporkan kepada kepala BKKBN Nasional, bahwa Lampung sudah aktif membentuk kampung-kampung KB yang dibarengi dengan program Gerbang Desa. Sehingga diharapkan akan terwujud desa mandiri yang ideal.

Apalagi dijelaskan Ridho tahun depan Provinsi Lampung ditetapkan akan menjadi tuan rumah Hari Keluarga tingkat Nasional yang akan dihadiri Presiden. Sehingga, kesuksesan Kampung KB dan Gerbang Desa bisa ditonjolkan di tahun depan kepada Presiden dalam upaya Lampung mendukung Nawacita.

Kepala BKKBN pusat Surya Chandra yang hadir dalam acara peringatan Harganas ke-23 di Lampung, mengingatkan bahwa perencanaan menikah harus direncanakan dengan matang, termasuk perencanaan jumlah anak, pendidikan anak dan hal-hal lainnya yang sangat penting direncanakan sejak sebelum menikah.

Ia juga menganjurkan KB, dan kecukupan dua orang anak yang dianjurkan pemerintah untuk menekan angka pertumbuhan yang melonjak.

“Dua anak cukup, keluarga kecil bahagia, sehat dan sejahtera. Menahan laju jumlah penduduk, meningkatkan kualitas manusianya,” pungkasnya.***

Reporter : Robert

266 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *