Aksi Pengeboman Ikan Terus Berlangsung

Ilustrasi-Pengeboman-Ikan

Ilustrasi

RADIO SUARA WAJAR – Aksi pengeboman ikan diperairan Kabupaten Tanggamus, khususnya diwilayah Kecamatan Kelumbayan dan Cukuhbalak hingga saat ini masih terus berlangsung. Meski pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tanggamus mengaku melakukan pratoli rutin tetapi para nelayan setempat masih kerap menemukan para oknum tersebut berkeliaran.

Kade, Kepala Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, mengungkapkan jika masih sering terdengar aksi pengeboman di perairan Teluk Brak. Sedangkan pihaknya dan warga sekitar tidak ada kewenangan untuk melakukan penangkapan. Dia berharap agar persoalan ini mendapat perhatian serius karena dampak yang ditimbulkan akibat aksi ini sangat mengancam ekosistem laut.

“Salah satunya berakibat pada hasil tangkapan ikan nelayan setempat, dengan cara itu ikan kecil pun ikut mati. Belum lagi kerusakan terumbu karang, sedangkan yang paling dikhawatirkan menghilangnya komunitas lumba-lumba di sini,” ujar Kade seperti dilansir lampost.co, Kamis (4/8/2016).

Menurut Kade, dapat dipastikan para oknum ini bukanlah warga Tanggamus, khususnya Kelumbayan. Melainkan penduduk dari luar daerah yang memiliki skill dalam meracik bom ikan.

“Tidak mungkin warga sini, bisa dipastikan itu. Untuk membuatnya saja saya yakin warga Kelumbayan ini tidak yang bisa,” katanya.

Senada dengannya, Ketua Forum Komunikasi Pemuda Bahari (FKPB) Mastang mengatakan jika aksi pengeboman ini sudah berlangsung selama satu tahun ini diperairan Teluk Semaka. Berdasarkan pantauannya, sejak pengeboman ikan marak diwilayah tersebut, hasil tangkapan ikan nelayan terus menurun hingga 60 persen. Sebelumnya sekali melaut nelayan sekitar mampu mendapatkan ikan sampai 15 bakul, sedangkan sekarang berkisar 3-7 bakul.

“Kami berharap agar upaya dari pemerintah dalam melakukan pembersihan perairan dari aksi pengeboman ini ditingkatkan lagi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala DKP Tanggamus Sofwan mengakui jika maraknya aksi pengeboman ikan ini sudah cukup mengkhawatirkan. Pihaknya secara rutin terus melakukan patroli guna mengawasi dan menangkap para pelaku. Namun anehnya tidak pernah menemukan para pelaku pengebom ikan ini saat patroli digelar. DKP Tanggamus juga terus berkoordinasi dengan pihak provinsi, Syahbandar, Polisi Air dan Angkatan Laut.

“Yang lebih mengherankan, ketika kapal patroli bertolak dari Pantai Duta Wisata saat sampai dilokasi kapal pengebom itu sudah tidak ada,” ungkapnya.

 

263 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *