Renungan Harian, Jumat 5 Agustus 2016

Jumat Biasa XVIII

Bacaan: Matius 16:24-28

16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 16:25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? 16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. 16:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”

Renungan

Hidup kita adalah hidup yang dinamis. Hidup kita diwarnai dengan banyak wajah, mulai dari wajah yang gembira sampai dengan wajah yang tidak berbentuk. Ada saatnya kita berwajah ceria, namun banyak pula saat kita berwajah garang. Namun sebenarnya kita bisa memilih untuk mempunyai wajah semacam apa. Hidup kita juga melewati banyak peristiwa dan kejadian. Sering kali kita harus melewati peristiwa yang menyakitkan. Tidak jarang kita harus masuk dalam kekrisisan hidup. Tidak sedikit kita harus menanggung kepedihan dan kesedihan. Namun kita juga tidak bisa lupa bahwa ada bagitu banyak peristiwa yang membuat kita bisa berbahagia. Ada banyak kejadian yang membuat kita juga merasa diberkati. Demikian banyak kejadian, kita bisa memilih hendak bersikap dan memaknai apa atas kejadian itu.

Di dalam proses beriman, kita juga dihadapkan banyak pilihan. Pilihan paling utama adalah hendak setia pada iman yang kita hidupi, atau tidak setia. Pilihan untuk setia masih mengandung banyak pilihan lain berikutnya, misalnya hendak ke Gereja atau hendak tetap masuk kerja demi jabatan dan penghasilan. Demikian seterusnya kita dihadapkan pada banyak pilihan. Tidak jarang pula kita berada dalam situasi yang nampaknya tidak ada pilihan. Namun sebenarnya masih ada pilihan, yakni hendak menerima apa yang tidak mampu kita pilih, atau tetap menolak akan pilihan itu.

Dari perikopa hari kita dihadapkan pada pilihan bagaimana seharusnya menjadi murid Kristus. Ini merupakan sebuah tawaran, namun juga sekaligus tantangan. Tidak semua orang sanggup melakukan apa yang dikehendaki Yesus, menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti-Nya. Tidak semua dari kita bahkan, sanggup untuk terus menerus menyangkal diri karena kita adalah murid Kristus. Tidak jarang kita bersikap permisif dengan berbagai godaan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kristiani.

Hari ini kita diingatkan dan ditantang kembali untuk semakin menjadi radikal dalam mengikuti Yesus. Hari ini kita diajak untuk menjadi semakin total sebagai orang Kristiani. Ini bukan ajakan atau tantangan yang main-main. Jika kita serius, maka tidak ada pilihan lain selain mengamini apa yang dikatakan Yesus hari ini.

Sebagai orang Kristiani, kita diajak oleh Yesus untuk menjadi saksi datangnya Kerajaan Allah. Saat ini kita menantikan kedatangan Anak Manusia dalam kemuliaan, sebagai Raja yang diiringi malaikat-malaikat. Dalam masa penantian inilah, ke-Kristiani-an kita ditantang sekaligus diasah. Ada banyak peristiwa dalam hidup ini, mulai dari yang sederhana sampai pada tingkat kemartiran, yang mengajak kita untuk terus merenung mau menjadi orang Kristen semacam apa diri kita.

Orang yang setia, yang berani menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Yesus sampai akhir adalah orang yang tidak akan mati sebelum melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam kemuliaan dan Kerajaan-Nya. Pasti kita akan mati secara fisik, namun jiwa kita senantiasa menantikan kedatangan Kristus yang ke dua.

Doa

Ya Tuhan, semoga kami Engkau dapati setia sampai akhir hidup kami. Ajarilah kami agar kami mampu bertahan dalam setiap godaan yang kami alami. Semoga kami tidak mudah gentar dan patah iman ketika menghadapi peristiwa menyakitkan. Ajarilah kami untuk berani bangkit karena kami adalah murid-murid-Mu. Amin.

 

567 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *