Gubernur Lampung : Sumatera sebagai pemegang tongkat estafet pembangunan nasional selanjutnya

Gubernur Lampung Ridho Ficardo saat memeberi sambutan Gala Dinner dan pembukaan Rakor Gubernur se-Sumatera di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Selasa 26 Juli 2016.
Gubernur Lampung Ridho Ficardo saat memeberi sambutan Gala Dinner dan pembukaan Rakor Gubernur se-Sumatera di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Selasa 26 Juli 2016. Foto : Tim Media MRF

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Gubernur Lampung Ridho Ficardo mengajak Gubernur se-Sumatera menguatkan sinergitas dalam rangka menyiapkan Sumatera sebagai pemegang tongkat estafet pembangunan nasional selanjutnya.

Keadaan Sumatera yang kian berkembang, baik SDM dan SDAnya diyakini mampu menjadi pemangku utama dalam pembangunan ekonomi nasional selanjutnya, setelah Pulau Jawa dinilainya sudah memasuki babak jenuh dalam beberapa tahun yang akan datang.

“Menguatkan sinergi diberbagai sisi, jangan sampai kita membangun masjid disamping masjid. Kordinasi dan sinergi sangat dibutuhkan untuk mencapai cita-cita kemajuan Sumatera dalam bingkai NKRI. Sumatra sudah harus dipersiapkan untuk mengambil alih tongkat estafet pembangunan Nasional selanjutany,” kata Ridho Ficardo, pada sambutan Gala Dinner dan pembukaan Rakor Gubernur se-Sumatera di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Selasa 26 Juli 2016.

Dengan melangkah bersama, Ia meyakini secara vertikal akan mendapatkan dukungan pemerintah pusat dan secara horizontal akan memperkuat kesatuan Pemerintah Sumatera dalam menyiapkan Sumatera yang dicita-citakan.

Jalan Tol Trans Sumatera yang pembangunannya terus dipercepat, menurutnya juga, harus bisa menjadi momentum dan batu lompatan untuk daerah-daerah di Sumatera lebih mengembangkan diri. Selain itu backbone infrastruktur bernama JTTS tersebut, harus bisa menjadi penyatu pembangunan Sumatera kedepan. Oleh karna itu, dampak JTTS terhadap daerah-daerah di Sumatera harus dibahas rinci dalam Rakor Gubernur se-Sumatera tahun ini.

Ridho turut mengingatkan mengenai situasi demografi Indonesia lima tahun kedepan. Yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2020, dimana angkatan kerja atau usia produktif akan lebih banyak daripada usia non produktif. Artinya, momentum bagus untuk lompatan bila Sumatera dan Indonesia secara umum bisa menyiapkan lapangan kerja dan SDM berkualitas.

“Dalam waktu yang tidak lama lagi, Indonesia akan menikmati bonus demografi. Usia produktif kita akan lebih banyak, ini bisa menjadi bonus bila kita bisa menyiapkan SDM yang baik kedepan serta lapangan kerja yang layak,” katanya.

Dalam kesempatan selanjutnya Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan yang turut hadir, lebih menyoroti agar Pemerintah Daerah yang ada di Sumatera bisa mengambil bagian dalam upaya menanamkan ideologi dan wawasan kebangsaan. Dinilainya, setelah reformasi pemerintah daerah dan pusat sedikit lengah dan saling lempar tanggung jawab dalam upaya menamkan wawasan kebangsaan kepada masyarakat terutama generasi muda.

“Hasil riset Lemhanas, lima puluh sampai seratus tahun kedepan dalam era yang lebih terbuka generasi kita tidak memiliki wawasan kebangsaan dan nasionalisme yang baik,” ujarnya.

Zulkifli juga memuji Pemerintahan Provinsi Lampung yang bergiat aktif terus bersinergi dengan daerah lain dan pemerintah pusat, sehingga bisa menjadi contoh yang baik untuk kepala daerah yang lain.

“Tadi saya ngobrol dengan Wagub Sumbar, kita nilai Gubernur Lampung muda, pintar, dan pekerja keras. Cocok sekali,” kata Zulkifli ditengah sambutannya.

Sekertaris Jendral (Sekjen) Kementrian Dalam Negeri Yuswandi Temenggung juga mengapresiasi inisiasi yang dilakukan Gubernur Ridho Ficardo dalam mengajak Gubernur se-Sumatera untuk menyongsong estafet pembangunan Indonesia kedepan.

“Kami mengapresiaai upaya-upaya yang digagas Gubernur menjadikan Sumatera sebagai salah satu kontributor tertinggi pembangunan,” kata Yuswandi.

Yuswandi juga mengajak agar para Gubernur di Sumatera bisa memitigasi secara serius arah pembangunan dan ekonomi Sumatera kedepan. Salah satunya ialah dampak JTTS yang menurut perhitungan bisa menaikan pertumbuhan hingga 0,6 persen bahkan dinilainya suatu daerah bisa penetrasi lebih jauh bila mampu mempersiapkan dengan matang dan memitigasi dampak JTTS sejak sekarang.***

Reporter : Robert

167 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *