Paus Fransiskus Kecam Penyerangan Gereja di Perancis

RADIO SUARA WAJAR –  Paus Fransiskus, Selasa (26/7/2016), menyatakan keterkejutannya terkait insiden penyanderaan sebuah gereja di Perancis yang menewaskan pastor gereja itu.

Juru bicara Vatikan, Mgr. Federico Lombardi  mengatakan bahwa Paus sangat terkejut dan merasa berduka atas serangan yang absurd ini. Serangan itu menciptakan kesedihan dan ketakutan.

Mgr. Lombardi melanjutkan, Paus mengecam keras semua bentuk kebencian dan sangat terpukul karena kekerasan ini terjadi di sebuah gereja yang merupakan tempat yang disakralkan.

Sebelumnya diberitakan dua pria bersenjata pisau menyerang dan menyandera sebuah gereja di dekat kota Rouen, di wilayah utara Perancis, Selasa (26/7/2016).

Kementerian Dalam Negeri Perancis mengatakan, seorang pastor berusia 92 tahun dinyatakan tewas dan seorang korban lainnya dalam kondisi kritis.

Gereja Saint Etienne de Rouvray diserang dua orang pria saat tengah menggelar misa pada pukul 10.00 atau sekitar pukul 17.30 WIB.

Kedua pria itu lalu menyandera sang pastor, beberapa orang biarawati dan sejumlah orang lain yang ada di dalam  gereja tersebut.

Penyanderaan itu berlangsung selama beberapa jam sebelum kedua orang itu ditembak mati polisi saat mereka muncul di halaman gereja.

Kepolisian mengatakan, petugas di lapangan terpaksa menembak kedua orang itu dalam peristiwa yang terjadi di Rouen, Normandia tersebut.

Sementara itu, Presiden Francois Hollande dan Mendagri Bernard Cazeneuve dijadwalkan mengunjungi lokasi serangan tersebut.

Sejauh ini belum dipastikan apakah kejadian ini terkait dengan aksi teror atau bukan. Meski demikian, insiden itu ditangani gugus tugas anti-teror SDT dan dinas intelijen Direktorat Jenderal Keamanan Dalam Negeri (DGSI).

Insiden ini terjadi hanya sekitar dua pekan setelah tragedi truk maut di Nice yng menewaskan 84 orang dan menlukai 300 orang lainnya yang terjadi tepat di tengah perayaan Bastille Day. (kompas.com)

 

193 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *