Menteri LHK Siti Nurbaya Mengajak Masyarakat Lampung Lestarikan Hutan

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memanen jagung bersama Dirjen serta Plt. Sekdaprov Sutono di Desa Karang Rejo Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Sabtu 16 Juli 2016.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memanen jagung bersama Dirjen serta Plt. Sekdaprov Sutono di Desa Karang Rejo Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Sabtu 16 Juli 2016.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Sabtu 16 Juli 2016 melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung. Dua lokasi yang dikunjungi yaitu Desa Bogorejo Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran dan Desa Karang Rejo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Selain meninjau lokasi, Menteri juga berdialog dengan Kelompok Tani setempat.

Dalam dialog, Menteri kelahiran Lampung ini mengatakan, masyarakat yang telah memanfaatkan fungsi hutan untuk kepentingan pertanian dan perkebunan tanpa merusak ekosistem akan dibina.

Menurut Siti Nurbaya, aset tanah yang merupakan hutan negara tidak boleh dimiliki apa lagi dipindah tangankan atau dijual belikan. Kelompok Tani yang menjadi mitra Kementerian LHK menurutnya akan dibina terus menerus supaya ada percontohan pelestarian hutan.

“Untuk itu ke depan ada 26 lokasi hutan dikelola Kelompok Tani di Indonesia akan dikunjungi oleh Kementerian LHK,” jelas Menteri.

Pada dialog dengan Ketua Kelompok Tani Desa Bogorejo, Manto menyampaikan permohonan kepada Menteri. Antara lain masyarakat meminta izin Menhut untuk mengelola hutan agar digunakan untuk kepentingan perekonomian rakyat.

“kami minta bantuan dibuatkan embung. Kegunaannya untuk stok cadangan air ketika musim kering dan antisipasi kebakaran hutan, serta dapat membentuk kelompok budidaya ikan air tawar,” kata Manto.

Permohonan masyarakat tersebut langsung ditanggapi oleh Dirjend PSKL Hadi Daryanto. Menurutnya, masyarakat diminta segera membentuk mitra konservasi, kemudian membuat Nota Kesepahaman Konservasi (NKK). Kementerian LHK selanjutnya akan mengeluarkan Izin pengelolaan hutan untuk dimanfaatkan oleh rakyat.

“Mengenai permohonan pembuatan embung, Kementerian LHK akan membantu sepuluh embung dengan nilai dua puluh lima juta sampai tiga puluh jura rupiah per unit berikut peralatannya,” jelas Dirjen.

Lokasi kedua yang dikunjungi oleh Menteri LHK adalah Desa Karang Rejo Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Selain berdialog, Menteri juga menyerahkan bantuan bibit pohon kepada perwakilan kelompok tani.

Menurut Kabag Humas Lampung Heriyansyah, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memanen jagung bersama Dirjen serta Plt. Sekdaprov Sutono.

“Menteri juga menanam sejumlah bibit pohon di lokasi perkebunan masyarakat yang tanahnya adalah milik Kementerian LHK,” pungkas Heri.***

Reporter : Robert

233 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *