Renungan Harian, Rabu 6 Juli 2016

Rabu Biasa XIV

Bacaan: Matius 10:1-7

Yesus memanggil dan mengutus para murid

10:1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. 10:2 Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, 10:3 Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, 10:4 Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, 10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. 10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

Renungan

Dua orang biarawan pergi untuk mendampingi ziarah rohani sebuah kelompok. Pada awal perjalanan ziarah, kelompok ziarah itu menyerahkan sejumlah uang kepada dua pendamping itu dengan pesan ‘ini dipakai jika ada yang diperlukan selama perjalanan’. Maka jika ingin belanja benda-benda rohani misalnya, dapat diambil dari uang itu. Jika hendak belanja makan minum juga bisa dipakai dari uang tersebut.

Selesai perjalanan ziarah, salah satu pendamping itu menanyakan kepada pendamping lainnya perihal uang itu. Ia meminta uang itu dikembalikan sisanya. Pendamping satunya nampak keberatan dan sedikit berbelit-belit. Kemudian pendamping satunya mengatakan bahwa sejak awal perjalanan sudah sangat jelas dikatakan intensi atau tujuan dari uang itu, digunakan untuk keperluan selama perjalanan. Jika ada sisa dalam perjalan, diakhir perjalanan menjadi kewajiban untuk mengembalikannya. Demikian yang terjadi, akhirnya dikembalikan sisa dari sejumlah uang itu. Jika kemudian kelompok ziarah mengatakan uang itu bisa dipakai untuk selanjutnya, dan bahkan malah menambahi, menjadi perkara dan persoalan lain.  Tujuan dan intensi sejumlah uang itu diawal perjalanan sudah jelas.

Pada hari ini, dalah Injil Matius dikisahkan Yesus memilih dua belas murid, memberi mereka kuasa, dan mengutus mereka untuk pergi. Para murid dipilih berpasang-pasangan “Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya”; “Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya”; ” Filipus dan Bartolomeus”; “Tomas dan Matius”. Kiranya para murid juga diutus untuk pergi berdua-dua. Mereka diutus untuk membentuk komunitas dan saling bekerja bersama, saling mengingatkan dan membantu dalam menjalan tugas perutusan.

Tugas perutusan mereka adalah “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat”. Mereka diutus secara spesifik “pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”. Sebagai utusan, para murid sudah mempunyai tugas dan kewajiban yang jelas. Ada semacam target yang hendak mereka raih. Mereka juga mempunyai visi misi yang jelas untuk menjalankan tugas perutusan itu.

Intensi dan tujuan perutusan mereka adalah melaksanakan tugas yang diberikan oleh Yesus. Intensi dan tujuan itu menjadi bagian yang penting dalam awal tugas perutusan mereka. Dalam kerangka itulah mereka melaksanakan perutusan itu, bukan dalam kerangka yang lain. Intensi awal menjadi penentu semua gerak langkah berikutnya. Intensi awal menjadi penting. Mengapa? Karena sebagai utusan, kita mempunyai dimensi pertanggungjawaban atas apa yang kita lakukan. Apalagi kita adalah sebagai utusan. Pesan Sang Pengutus menjadi yang utama yang kita pertanggungjawabkan dalam karya kita.

Sering kali terjadi korupsi, penyelewengan dan kesewenangan dalam tugas-tugas disebabkan karena pelaksanaan tugas dan kewajiban tidak sesuai dengan intensi awal dan tujuan dari tugas itu. Nampanya sepele, namun itu menjadi bagian penting dalam perjalan hidup dan perjalanan iman. Atas hidup ini, kita diminta pertanggungjawaban yang seimbang baik kepada sesama dan akhirnya pada Allah.

 

283 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *