Surat Vatikan Untuk Idul Fitri 2016

Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar, Mesir, Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb

RADIO SUARA WAJAR – Dewan Kepausan untuk Dialong Antaragama mengirim pesan kepada dunia Islam yang akan merayakan Idul Fitri. Pesan Idul Fitri tersebut ditandatangani oleh Kardinal Jean-Louis Tauran, Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama. Disebutkan, orang Kristen dan Muslim adalah pembawa sukacita dan instrumen Kerahiman Ilahi. Berikut ini kami sajikan teks lengkap Pesan Rahmadan dan Idul Fitri dari Dewan Kepausan Vatikan untuk Dialog Antaragama. (mirifica.net)

 

 

Orang Kristen dan Muslim:
Pembawa Sukacita dan Instrumen Kerahiman Ilahi
Saudara-saudari, umat Muslim yang terkasih,
1.Bulan suci Rahmadan dan Idul Fitri merupakan peristiwa keagamaan yang penting bagi umat Muslim di seluruh dunia, dengan berfokus pada puasa, doa dan amal, dan ini sangat dihormati oleh orang Kristiani, saudara dan tetanggamu. Atas nama Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama dan umat Kristiani di seluruh dunia, kami mengucapkan selamat merayakan Idul Fitri, perayaan penuh sukacita.
Sebagaimana adat-kebiasaan kami, pada kesempatan ini kami ingin berbagi dengan umat Muslim di seluruh dunia refleksi dan harapan yang dapat memperteguh ikatan spiritual kita.
Sebagaimana adat-kebiasaan kami, pada kesempatan ini kami ingin berbagi dengan umat Muslim di seluruh dunia refleksi dan harapan yang dapat memperteguh ikatan spiritual kita.
2. Sebuah tema yang sangat dekat di hati umat Kristen dan Muslim adalah “Rahmat”. Kita tahu bahwa Orang Kristen dan Islam percaya kepada Allah yang berbelas kasih, yang menunjukkan kasih sayang-Nya kepada semua makhluk ciptaan-Nya, secara khusus kepada manusia. Allah menciptakan kita dengan kasih yang begitu besar. Ia menjaga dan merawat kita dengan penuh belas kasih, menganugerahkan kepada kita rahmat yang dibutuhkan dalam hidup sehari-hari seperti makanan, tempat tinggal dan keamanan. Belas kasih Allah sungguh-sungguh dinyatakan melalui cara tertentu, melalui pengampunan atas segala dosa kita; Ia maha pengampun (Al-Gháfir) dan Ia terus bahkan selalu mengampuni (Al-Ghafour).
3. Untuk menekankan pentingnya rahmat, Paus Fransiskus telah menetapkan perayaan Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi yang dimulai sejak 8 Desember 2015 dan berakhir pada tanggal 20 November 2016. Dalam hal ini, Paus Fransiskus berkata: “Di sini…ada alasan untuk bersukacita: inilah waktunya untuk berbelas kasih kepada semua orang. Ini adalah waktu yang tepat untuk menyembuhkan ‘luka’, waktu bagi kita untuk tidak pernah lelah memenuhi hati setiap orang yang setia menunggu kehadiran kita dan menyapa mereka dengan kasih Allah, menawarkan kepada setiap orang pengampunan dan rekonsiliasi (Homili Paus Fransiskus, 11 April 2015).
Ziarah anda (Haji) ke tempat-tempat suci, terutama Mekkah dan Madinah, merupakan kesempatan istimewa untuk mengalami belas kasih Allah. Nyatanya, ada begitu banyak ungkapan harapan yang disampaikan kepada para peziarah Muslim: “Saya berharap, ziarah anda sungguh diberkati, merupakan upaya terpuji dan menjadi kesempatan untuk mendapat pengampunan dari Allah. Bersiarah untuk mendapatkan pengampunan dari Allah atas dosa-dosa baik selama hidup maupun di waktu mati merupakan ritual utama dari orang-orang yang percaya kepada Allah.
4. Kita, orang-orang Kristen dan Muslim, dipanggil untuk melakukan kebaikan dengan meneladani sikap dan tindakan Allah sendiri. Ia, yang Maha Pemurah, meminta kita untuk mengasihi dan menyayangi orang lain, terutama mereka yang membutuhkan. Demikian pula, Allah memanggil kita untuk saling memaafkan.
Ketika kita melihat situasi kini, kita bersedih melihat banyak korban akibat konflik dan kekerasan – secara khusus kita mengenang para orang tua, perempuan dan anak-anak yang menjadi korban perdagangan manusia dan orang-orang yang menderita kemiskinan, penyakit, bencana alam dan pengangguran.
5. Kita tidak bisa menutup mata terhadap realitas ini atau berpaling dari penderitaan ini. Memang benar bahwa kenyataan ini begitu kompleks dan bahwa solusi terhadapnya sering melampaui batas kemampuan kita. Penting sekali, karenanya, bahwa semua perlu bekerja sama untuk membantu mereka yang membutuhkan. Hal ini merupakan sumber pengharapaan terbesar ketika kita melihat atau mendengar orang Kristen dan Muslim bergabung bersama untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Ketika kita saling bergandengan tangan, kita memenuhi ajaran penting dalam agama kita masing-masing dan menunjukkan kasih dan kebaikan Tuhan, menjadi saksi akan keyakinan iman kita masing-masing baik terhadap setiap orang maupun komunitas yang dijumpai.
Semoga Allah yang Maha Kuasa dan Penyayang membantu kita untuk selalu berjalan bersama dalam kasih dan kebaikan-Nya.
6. Kami turut bersukacita. Salam dan berkat berlimpah dari Paus Fransiskus bagi anda sekalian yang merayakan Rahmadan dan Idul Fitri.
Selamat berbahagia untuk anda sekalian!

Vatikan, 10 Juni 2016
Kardinal Jean-Louis Tauran
Presiden
Uskup Miguel Ángel Ayuso Guixot, M.C.C.I.
Sekretaris

 

240 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *