Renungan Harian, Selasa 5 Juli 2016

Selasa Biasa XIV

Bacaan: Matius 9:32-38

9:32 Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. 9:33 Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.” 9:34 Tetapi orang Farisi berkata: “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.”

9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. 9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. 9:37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. 9:38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Renungan

Karya amal dan kasih adalah bentuk pelayanan umum yang terjadi dari zaman dahulu kala hingga saat. Dan mungkin saja ini akan terjadi sepanjang masa, sepanjang masih ada sejarah manusia. Membantu dan menolong adalah nilai tindakan umum yang secara kodrati dimiliki oleh setiap manusia. Manusia, kita adalah makhluk sosial, tanpa diajari pun secara naluri setiap dari kita mempunyai perasaan kasih dan kebaikan. Pada dasarnya, dalam diri setiap manusia tertanam nilai-nilai kebaikan dan kasih yang berasalah dari yang Ilahi, sumber dan tujuan hidup kita.

Karena kebaikan dan kasih merupakan nilai universal, maka perbuatan itu menjadi tindakan semua orang, entah yang beragama atau tidak beragama. Bagi orang Kristiani, kebaikan dan kasih itu juga menjadi panggilan jiwa yang tidak mungkin dipungkiri. Tindakan kasih itu juga yang senantiasa diajarkan oleh Yesus. Maka sebagai murid-Nya, kita mempunyai panggilan yang jauh lebih dalam dan serius untuk melakukan itu.

Kebaruan dalam tindakan kebaikan dan kasih pada orang Kristiani adalah bahwa tindakan itu disertai dengan pewartaan Injil Kabar Gembira dan diutamakan bagi mereka yang lemah dan tersingkir. Option for the poor selalu menjadi pilihan kasih Gereja. Pewartaan kabar gembira mempunyai banyak cara, mulai dari yang teknis dialog teologal sampai dengan dialog karya praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber dari tindakan kasih dan kebaikan Kristiani adalah warta kabar gembira Injili. Dengan demikian supaya tindakan kasih dan kebaikan menjadi tindakan Kristiani, diperlukan pengalaman personal berkaitan dengan kabar gembira injili. Tindakan dan perbuatan kebaikan yang sama persis oleh dua orang berbeda akan mempunyai makna dan dampak yang berbeda jika dilakukan dengan semangat Kristiani.

Selain itu, sebagai orang Kristiani, cibiran dan cercaan serta penilaian negative dari orang lain atas tindakan baik kita tidak menjadi alasan untuk mengurangi niat baik itu. Meskipun Yesus dikatakan bersekutu dengan setan, Ia tetap mewartakan kabar sukacita Injil. Sukacita Injil tidak terhalangi dengan tindakan-tindakan penghalangan dari manusia. Kekuasaan setan tidak menghalangi karya sukacita ilahi. Demikian dengan kita sebagai murid Kristus, tidak berhenti mewartakan sukacita Injil ditengah terpaan kebencian dan fitnah. Jika andalan kita adalah Kristus, sukacita Injil itu diam di dalam diri kita dan menjadi bagian hidup kita.

Doa

Ya Tuhan, semoga kami mampu untuk teguh setia mewartakan sukacita injil dalam hidup kami. Semoga kami semakin menampakkan sukacita itu di dalam tindakan dan kata-kata kami. Tuhan, ajarilah kami agar kami mampu untuk tetap setia dalam hidup kami. Amin.

 

292 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *