Hasiah Bachtiar Basri kunjungi korban kekerasan seksual di RS Urip Sumoharjo

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Hasiah Bachtiar Basri, Rabu 29 Juni 2016 saat mengunjungi korban kekerasan seksual di RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung.
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Hasiah Bachtiar Basri, Rabu 29 Juni 2016 saat mengunjungi korban kekerasan seksual di RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Hasiah Bachtiar Basri, Rabu 29 Juni 2016 mengunjungi korban kekerasan seksual di RS Urip Sumoharjo. Kunjungan istri Wakil Gubernur Lampung ini selain menjenguk juga memberikan dukungan moral kepada korban kekerasan seksual.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Hasiah juga memberikan bantuan untuk korban dan keluarga. Selain memberi semangat kepada keluarga dan korban, ia juga mengajak seluruh pihak untuk selalu membantu sesama.

Secara khusus Ibu Hasiah juga menghimbau perawat dan tenaga medis untuk selalu siaga dan memberi perhatian intensif.

“Layani dan berikan kebutuhan kepada masyarakat yang sedang sakit, khususnya pasien trauma dan shock. Berikan dia semangat agar dapat kembali ceria dan sehat jasmani dan rohani nya. Ini merupakan pekerjaan yang mulia, membantu sesama kita akan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” pesan Ketua P2TP2A Provinsi Lampung didampingi Kanan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dewi Budi Utami.

Dijelaskan Kabag Humas Heriyansyah, Pemerintah Provinsi Lampung telah mengesahkan Peraturan Gubernur Lampung No.34/2013 tentang Mekanisme dan Prosedur Standar Operasional Bidang Layanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak Korban tindak kekerasan di Provinsi Lampung dalam mengatasi dan mencegah berbagai tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Diharapkan, Pergub ini dapat dilaksanakan secara sistematik, terkoordinasi, terintegrasi dan berkelanjutan guna pemenuhan hak perempuan dan anak korban tindak kekerasan di Provinsi Lampung,” terangnya.

Menurut Heriyansyah, P2TP2A “Lamban Indoman Putri’ berfungsi sebagai salah satu tempat pelayanan bagi kaum perempuan diharapkan dapat memenuhi informasi dan kebutuhan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, hukum, perlindungan dan penanggulangan tindak kekerasan serta perdagangan terhadap perempuan dan anak.

“Selain itu memiliki peran dalam proses promotif dan preventif agar kasus kekerasan dapat ditekan dari permasalahan dasarnya,” jelas.***

Reporter : Robert

478 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *