Renungan Harian, Rabu 22 Juni 2016

Rabu Biasa XII

Bacaan: Matius 7:15-20

Hal pengajaran yang sesat

7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Renungan

Pohon dan buah menjadi satu paket kehidupan yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. Pohon secara kodrati mempunyai ketentuan jalur hidup untuk berbuah. Ada buah yang kelihatan, ada buah yang tidak kelihatan. Ada yang berbuah dengan cepat, ada yang berbuah dengan lambat. Masing-masing mempunyai kententuannya sendiri. Tujuannya adalah untuk melestarikan kehidupan berikutnya. Maka kemudian ada tanaman yang langka karena berkembangnya membutuhkan waktu yang lama. Tetapi ada tumbuhan yang justru menjadi pengganggung karena pertumbuhannya yang begitu cepat menyebar. Kecenderungannya adalah merusak tanaman yang lain. Bahkan buahnyapun tidak diharapkan untuk ada.

Hari ini kita diingatkan supaya waspada dan jeli akan berbagai perkabaran kenabian. Yesus mengingatkan kita bahwa tidak semua yang menamakan diri nabi merupakan nabi sungguh. Banyak terjadi nabi yang datang bukan nabi sungguhan. Nabi sesungguhnya adalah nabi yang membawa kebenaran dari Allah tanpa ada modus apapun. Namun sekarang yang banyak terjadi nabi-nabi dibalik kenabiannya mempunyai modus-modus yang menguntungkan diri sendiri.

Yesus mengajak kita hari ini untuk membedakan mana yang palsu dan mana yang asli dilihat dari buahnya. Melihat buahnya berarti membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk sampai tahu bahwa buah yang dihasilkan adalah buah yang baik. Maka buah yang baik juga merupakan buah yang tahan waktu, tahan zaman. Buah yang baik mampu bertahan dari berbagai macam penyakit. Tahan waktu itu menjadi tanda bahwa sungguh buah itu mempunyai kualitas tinggi. Namun tahan waktu bukan berarti karena diberi obat-obatan pengawet, tahan secara alami.

Hari ini kita diajak untuk jeli dan peka mana yang berbuah baik dan mana yang berbuah tidak baik. Kita juga diajak untuk berbuah yang baik, bukan berbuah yang tidak baik. Kita diajak untuk menjadi nabi sungguhan, bukan nabi palsu. Seluruh hidup kita menjadi bagian dalam kenabian itu. Kita diajak untuk menjadi nabi yang menghasilkan buah yang baik.

Kebaikan menjadi unsur hakiki dalam hidup kita sebagi orang beriman. Kebaikan sudah seharusnya menjadi hidup kita itu sendiri, bukan hanya sekedar bagian dari hidup kita. Mungkin sejauh ini kita sudah merasa baik. Namun kita bisa bercermin dari buah-buah mana atau buah macam apa yang sudah kita hasilkan selama ini. Menjadi bahan permenungan kita juga jika seandainya masih banyak buah yang kurang baik yang kita hasilnya. Sedikit demi sedikit mari memulai untuk memupuk pohon hidup kita agar mampu tumbuh dengan baik dan subur. Mari kita mohon rahmat Tuhan agar pohon hidup kita juga menghasilkan buah yang baik.

Doa

Ya Tuhan, semoga sabda kehidupan Engkau berikan mampu kami tangkap dalam hidup kami. Semoga kami juga berani untuk terus menerus memupuk hidup kami dengan sabda-sabda-mu. Bantulah kami agar kami mampu menghasilkan buah yang baik bagi diri kami sendiri dan bagi sesama. Amin.

 

532 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *