Harga Daging Tinggi, Pedagang Terancam Bangkrut

daging-201506201120131RADIO SUARA WAJAR – Hingga pertengahan Ramadan, harga jual daging sapi di Pasar Sentral Kotabumi dan beberapa pasar tradisonal di Lampung Utara mencapai 140 ribu/kg. Pedagang terpaksa menjual dengan harga tinggi karena harga jual di tingkat peternak juga sudah tinggi.

Kondisi ini membuat turunnya minat pembeli dan omzet pedagang anjlok hingga 30% lebih. Kini pedagang terancam bangkrut dan berharap rencana pemerintah untuk menurunkan harga daging sapi Rp80 ribu/kg cepat terealisasi.

Pedagang daging sapi di Pasar Sentral Kotabumi dan beberapa pasar tradisional di Lampung Utara mengeluhkan tingginya harga sapi di tingkat peternak. Kondisi ini pun memaksa para pedagang untuk menaikkan harga yang tidak wajar, dari biasanya hanya Rp90 ribu—Rp100 ribu/kg menjadi 140 ribu/kg.

Menurut salah seorang pedagang, masih tingginya harga daging sapi yang mencapai Rp140 ribu/kg ini berdampak menurunnya pendapatan pedagang. Omzet pun menurun hingga 40% lebih. Para pembeli kini lebih memilih mengonsumsi ayam potong karena harga terjangkau, yakni sekitar Rp30 ribu/kg.

“Kami berharap rencana pemerintah untuk mendistribusikan sapi impor sampai ke daerah dengan harga Rp80 ribu/kg segera terealisasi guna menekan tingginya harga daging yang semakin hari tidak dapat dikontrol,” kata seorang pedagang yang enggan disebut namanya di pasar tradisional, Minggu (19/6/2016).

Menurut dia, para pedagang di pasar tradisional Kotabumi memprediksi melonjaknya harga daging sapi ini akan mencapai puncaknya dua hari menjelang Lebaran. Pedagang itu melanjutkan jika pemerintah tidak segera memberikan solusi, pedagang kecil pun terancam bangkrut.

Mentan Sidak

Seperti dilansir lampost.co, Senin (20/6), Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, kemarin. Dalam sidaknya di los daging sapi dan ayam, Menteri masih mendapati harga daging di atas harga jual yang ditetapkan pemerintah.

Dia juga menjelaskan untuk keseluruhan harga daging sudah mulai turun. Namun, di Pasar Cipulir masih banyak mata rantai pasok pasar sehingga pedagang belum bisa menjual dengan harga yang ditentukan pemerintah, yaitu Rp85 ribu/kg.

Amran menambahkan alasan para pedagang yang belum bisa menjual dengan harga yang disesuaikan pemerintah disebabkan tingginya harga yang dikeluarkan dari rumah pemotongan hewan (RPH) masih terlalu tinggi.

“Ya, pedagang mengeluhkan tingginya harga dari rumah pemotongan hewan itu masih harus dibenahi mata rantainya. Pedagang masih kesulitan menjual sesuai harga yang ditentukan pemerintah,” kata Amran di Jakarta, Minggu (19/6/2016).

Sidak pemantauan harga di pasar akan terus digelar selama Ramadan untuk menekan harga pangan menjelang Lebaran.

423 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *