Renungan Harian, Jumat 10 Juni 2016

Ten Commanment

Jumat Biasa X

Bacaan: Matius 5:27-32

5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. 5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

Renungan

Manusia diciptakan dengan sempurna, dengan utuh dan penuh. Semua anggota tubuh dan organ-organ tubuh menjadi satu kesatuan dengan yang disebut sebagai manusia. Jika tubuh fisik yang kelihatan dan organ dalam tubuh seseorang adalah seorang perempuan, maka manusia itu disebut sebagai perempuan. Jika yang ada di luar dan didalam adalah kepunyaan laki-laki, maka manusia itu disebut laki-laki. Semuanya berasal dari kodrat, maka setiap manusia harus menaruh hormat atas hukum kodrat itu. Jika sudah menjadi kodratnya, berarti manusia tidak bisa dan tidak mampu sebenarnya untuk mengubahnya. Hanya Tuhanlah yang mempunyai kuasa atas semuanya itu.

Hasrat seksual juga merupakan hukum kodrat. Setiap orang memilikinya, tanpa terkecuali, entah dikatakan menyimpang atau tidak menyimpang. Maka hukum yang berkaitan dengan hasrat tersebut sudah ada jauh sejak zaman dahulu kala. Bahkan dalam konteks Yahudi, hukum itu sudah tertulis sejak Musa ‘menerbitkan’ Taurat bagi orang Yahudi. Perintah supaya jangan berzinah menjadi bagian dari hukum yang sudah tertulis sejak Musa ‘menerbitkan’ Taurat bagi orang Yahudi. Perintah supaya jangan berzinah menjadi bagian dari The Ten Commandment (10 perintah) Allah, bukan hanya sekedar perintah manusia.

Secara sosio medis, sesorang mampu melakukan banyak hal, atau mampu beraktivitas maksimal salah satu factor penentu terbesar berkaitan dengan siklus seksual. Seksual dalam pengertian ini bukan hanya alat genital, namun sebagai suatu kepribadian. Maka Allah menciptakan hasrat seksual bukan pertama-tama hanya untuk sekedar supaya manusia bersenang-senang dengan hal itu. Allah menciptakan hasrat itu supaya manusia mampu bertumbuh dan berkembang dengan sempurna. Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan supaya saling melengkapi, saling memberikan diri, dan terlebih saling menghantar pada kemuliaan Allah yang memberikan keselamatan.

Namun apa yang terjadi adalah sebaliknya, justru manusia yang diberi kemampuan seksual dan kemampuan untuk mengendalikannya sering kali malah seperti tidak terkendali. Manusia diberi daya itu supaya mampu memelihara kelangsungan ciptaan, namun justru sering kali merusak kelangsungan ciptaan.

Karena ketidakterkendalian itu kemudian muncul banyak perselingkungan yang membawa pada pelanggaran ‘jangan berzinah’. Pengertian luas dari perintah ini sebenarnya bukan hanya berkaitan tentang hasrat seksual, namun ini merupakan hukum dimana umat Israel yang sudah mengadakan perjanjian dengan Allah jangan berpindah ke alah-alah lain. Itu yang dikategorikan sebagai perzinahan rohani. Mereka berpaling pada alah lain. Allah Yahwe tidak menghendaki hal itu, karena itu menyakiti hati Allah.

Demikian juga dengan perzinahan dalam pengertian saat ini. Akibat dari perbuatan itu adalah menimbulkan rasa sakit hati. Dari rasa sakit hati itu kemudian muncul bermacam-macam tindakan lain berikutnya. Dalam konteks pengertian seperti itu kemudian Yesus memberikan pengajaran tentang perikopa hari ini. Bahkan bagi Yesus kategori perzinahan lebih radikan, yakni ketika dalam hati dan pikiran sudah terbayang keinginan untuk memiliki istri orang lain atau wanita yang bukan istrinya, itu sudah termasuk dalam pelanggaran perzinahan.

Cukup pada satu istri satu suami merupakan sikap kristiani yang dijunjung tinggi. Bukan perkaranya pada persoalan jumlah, namun yang lebih dalam dari itu berkaitan dengan komitmen pada diri sendiri, setia pada yang satu, mencintai dengan sepenuh hati dan sepenuh diri. Berpaling kepada yang lain berarti ia tidak hanya berzinah terhadap orang lain, namun lebih ironis ia berzinah pada janji diri sendiri.

Sebagai orang Kristiani, mari bersama menggunakan seksualitas yang kita miliki untuk memuliakan Allah dan meluhurkan martabat manusia. Seksualitas berarti pribadi seseorang, maka dari itu seksualitas juga mempunyai peran untuk menguduskan sesorang, mengarahkan orang pada rahmat keselamatan.

Doa

Ya Tuhan, kami bersyukur atas anugerah-Mu bagi tubuh kami. Ajarilah kami agar kami mampu untuk menggunakan tubuh kami dengan bijaksana. Semoga kami mampu mengendalikan hasrat tubuh kami. Semoga kami juga mampu memuliakan nama-Mu dengan tubuh kami. Ajarilah kami juga untuk meluhurkan sesame kami dengan tubuh fisik yang kami miliki. Tuhan, kami persembahkan diri kami ke dalam kasih-Mu. Amin.

 

331 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *