Renungan Harian, Senin 16 Mei 2016

Senin Biasa VII

Injil: Markus 9:14-29

9:24 Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” 9:25 Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!” 9:26 Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: “Ia sudah mati.” 9:27 Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri. 9:28 Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?” 9:29 Jawab-Nya kepada mereka: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.”

Renungan

Hari ini kita memasuki masa biasa kembali dalam liturgy Gereja. Pekan biasa ke tujuh ini diawali dengan kisah Injil dimana Yesus mengusir roh kebisuan dari seorang anak. Para murid yang dihadapkan pada persoalan itu tidak mampu berbuat banyak, dan bahkan dari kisah itu para murid tidak berhasil mengusir roh itu dari diri sang anak. Hanya Yesus yang pada akhirnya mampu membebaskan anak itu dari roh yang membuatnya menderita.

Penderitaan, dari konteks dunia lama maupun sampai pada hari ini, sering kali dianggap sebagai akibat dari adanya sesuatu yang tidak beres dalam diri seseorang. Dalam konteks kitab suci, penderitaan itu datang karena ulah dari setan, dari roh jahat. Maka ketika ada orang yang bisu tuli, anggapan umum masyarakat adalah ia sedang dalam kuasa setan, kuasa roh jahat yang membuatnya sedemikian rupa.

Satu-satuya cara menyembuhkan orang yang demikian adalah dengan mengusir roh yang menyebabkan penderitaan itu. Masyarakat percaya bahwa ada kekuatan yang lebih besar yang mampu mengalahkan roh jahat yang ada dalam diri anak itu. Dari dialog dengan Yesus, akhirnya sang ayah anak itu percaya bahwa kuasa Yesus jauh mengatasi kuasa roh yang menguasai anaknya. Maka kemudian bapak itu mengatakan “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”.

Kepercayaan sang ayah kepada Yesus kemudian menjadi babak baru dalam kisah ini. Kepercayaan itu mengatasi segala kekuatiran dan kelemahan yang ada. Sang ayah kemudian mempunyai harapan yang besar akan anaknya yang kembali, anaknya yang terbebas dari kuasa roh jahat. Kepercayaan dan kepasrahan dalam Yesus mengubah sang ayah dari lemah menjadi kuat, dari kematian menuju kebangkitan. Dan lebih dari itu, kepercayaan sang ayah kemudian  menghantar sang anak pada kebebasan dari kuasa jahat, terlepas dari belenggu kebisuan dan ketulian yang selama ini ia alami.

Dalam dunia kita saat ini, dinamika harian dari hidup kita sering kali tidak begitu saja dengan mudah mampu kita lewati. Ada banyak tantangan dan kesulitan yang pasti mau tidak mau harus kita hadapi. Tidak jarang tantangan itu membuat kita merasa tidak berdaya sama sekali, merasa sudah tidak punya harapan, seolah hidup menjadi sudah berhenti sampai di sini saja. Jangankan untuk memandang besok, melihat hari ini saja sudah sedemikian beratnya. Masihkah ada harapan cerah untuk besok?

Di dalam nama Tuhan Yesus, jawaban pasti bahwa senantiasa ada harapan yang lebih baik untuk yang akan datang. Hanya saja sekarang pertanyaannya adalah sudah sejauh mana sikap kita seperti ayah dari anak yang kerasukan roh dalam injil hari ini? Sudah kah kita mempunyai sikap yang sama: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”? Mungkin saja karena merasa sudah menjadi orang katolik sekian lama, kita lupa perlu memohon rahmat seperti itu?

Sebagai orang beriman, sudah semestinya kita tidak membiarkan diri kita dihinggapi roh kebisuan dan ketulian yang membuat hidup kita menjadi mandeg, tidak berkembang dan berbuah. Memperkenankan Tuhan Yesus terlibat dalam hidup kita, baik ketika sedih maupun senang akan memampukan kita menjadi seperti ayah dan anak dalam kisah hari ini. Dan pada akhirnya kita berani mengambil waktu sejenak setiap harinya untuk berdoa, karena banyak jenis pekerjaan yang tidak mampu kita selesaikan hanya dengan bekerja dan bekerja.

Doa

Ya Tuhan, tolonglah aku yang tidak percaya ini. Semoga setiap peristiwa yang kualami semakin memampukan diriku untuk semakin percaya akan kasih dan kebesaran-Mu. Bantulah aku untuk mempersembahkan semua rencana dan kehendakku ke dalam rencana dan kehendak-Mu sendiri atas hidupku. Amin.

 

755 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *