Provinsi Lampung melaunching Toko Tani Indonesia

Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri saat melaunching Toko Tani Indonesia (TTI), Rabu 11 Mei 2016 di Beringin Raya, Kemiling, Bandar Lampung.
Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri saat melaunching Toko Tani Indonesia (TTI), Rabu 11 Mei 2016 di Beringin Raya, Kemiling, Bandar Lampung.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri melaunching Toko Tani Indonesia (TTI), Rabu 11 Mei 2016 di Beringin Raya, Kemiling, Bandar Lampung.

Menurut Bachtiar Basri, Pemprov Lampung sangat menyambut baik launching TTI ini dengan harapan kesejahteraan petani Lampung dapat terus meningkat.

“Kegiatan PUPM secara tidak langsung berperan dalam mengatasi anjloknya harga pada masa panen raya dan tingginya harga pada saat paceklik. Hal ini menjadi instrumen yang dibuat pemerintah untuk menahan gejolak harga dalam situasi tertentu,” ujarnya.

Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri menjelaskan bahwa Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) atau TTI merupakan bentuk komitmen dan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani serta pengendalian inflasi akibat harga pangan.

“Sehingga, melalui program ini terjadi keseimbangan harga yang saling menguntungkan, baik di tingkat produsen maupun konsumen,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Akses Pangan Kementrian Pertanian Hasanuddin Rumra pada sambutannya mengatakan, TTI merupakan program Kementrian Pertanian yang dialokasikan di Provinsi Lampung melalui Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD).

“TTI bertujuan untuk menyerap produk pertanian, menjaga stabilitas harga pangan pokok di tingkat petani, serta memberikan stabilisasi harga dan kemudahan akses pangan di tingkat konsumen. Keberadaan TTI juga dapat mempercepat penjualan produksi hasil pertanian tanpa melalui mata rantai perdagangan yang marak terjadi,” pungkasnya.

Pada tempat yang sama, Kepala BKPD Provinsi Lampung Ir. Kusnatdi mengatakan, bahwa Lampung merupakan wilayah yang sering terjadi gejolak harga, oleh karena itu TTI nya dipilih di area perkotaan karena merupakan wilayah rawan gejolak harga.

“Kami pada 2016 meluncurkan PUPM untuk 20 gabungan kelompok tani (gapoktan) dan 40 TTI, yang tersebar di beberapa kabupaten, lokasinya berada di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Tanggamus, Pesawaran, dan Bandar Lampung,” terang Kusnardi.***

Reporter : Robert

653 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *